PELAIHARI NEWS – Harapan masyarakat Desa Tabanio, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut (Tala) untuk memiliki infrastruktur yang layak akhirnya segera terwujud. Pemerintah Kabupaten Tanah Laut bersama Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan resmi melaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi, Selasa (26/05/2026).
Acara monumental ini dihadiri langsung oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto, Ketua DPRD Kabupaten Tanah Laut, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.
Wujud Implementasi Perintah Presiden
Dalam sambutannya, Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Tanah Laut atas kolaborasi yang berjalan apik ini. Ia menegaskan bahwa proyek ini merupakan amanah langsung dari pusat.
”Kegiatan ini merupakan wujud dan implementasi dari perintah Bapak Presiden agar TNI-Polri membangun jembatan untuk masyarakat. Hari ini kita laksanakan peletakan batu pertama, untuk selanjutnya 180 hari ke depan kita akan melakukan pembangunan jembatan ini,” ujar Irjen Pol. Rosyanto.
Kapolda menambahkan, pembangunan ini diproyeksikan akan memberikan dampak langsung bagi sekitar 5.000 warga Desa Tabanio dan sekitarnya, khususnya warga di RT 13 dan RT 14.
”Jembatan ini akan membuka akses roda perekonomian, pendidikan, dan kesehatan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk mendukung percepatan, kita melibatkan kurang lebih 300 personel gabungan dari Polda, Polres, hingga Polsek jajaran,” tambahnya.
Dongkrak Ekonomi dan Jadi Ikon Wisata Baru
Senada dengan Kapolda, Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto mengaku bersyukur atas terwujudnya sinergi ini. Menurutnya, Jembatan Merah Putih Presisi ini akan menjadi tulang punggung baru bagi perekonomian masyarakat setempat yang selama ini terhambat masalah mobilitas.
”Selama ini kita melihat adanya keterbatasan pendistribusian lalu lintas, khususnya untuk mobil-mobil dengan kapasitas tonase yang lebih besar. Dengan selesainya jembatan ini 180 hari ke depan, akses akan jauh lebih mudah,” kata H. Rahmat Trianto.
Menariknya, Bupati mengungkapkan bahwa jembatan ini tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur penghubung, melainkan juga didesain untuk memajukan sektor pariwisata daerah. “Kita buat jembatan ini nanti bukan hanya sekadar penghubung, tapi juga sebagai alat wisata atau ikon pariwisata nantinya,” imbuhnya.
Disambut Suka Cita Warga Setelah Menanti Bertahun-tahun
Kehadiran jembatan baru ini langsung disambut haru dan suka cita oleh warga setempat. Kepala Desa Tabanio, Mahdiansyah, mengungkapkan bahwa warganya sudah sejak lama mendambakan pergantian jembatan tersebut.
”Alhamdulillah, masyarakat sangat mengharapkan ini. Beberapa tahun lalu kami mengajukan proposal, dan alhamdulillah pada tahun 2026 ini pengerjaan jembatan dilaksanakan. Terima kasih banyak kepada pemerintah daerah dan Polda,” ungkap Mahdiansyah.
Ketua RT 14, Fahrawi, juga menyampaikan rasa syukurnya. Ia menceritakan bahwa jembatan terdahulu yang bermaterial kayu ulin kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan keropos termakan usia, sehingga sangat berisiko bagi keselamatan warga yang melintas.
Detail Informasi Proyek
Sebagai informasi tambahan, proyek Jembatan Merah Putih Presisi ini memiliki spesifikasi sebagai berikut:
- Struktur Bangunan: Menggunakan struktur beton kokoh untuk menggantikan jembatan ulin lama.
- Dimensi Jembatan: Memiliki panjang tetap 75 meter.
- Sumber Dana: Dibiayai sepenuhnya melalui APBD Kabupaten Tanah Laut.
- Total Anggaran: Menelan dana sebesar Rp7,6 miliar lebih.
- Target Penyelesaian: Ditargetkan rampung dalam waktu 180 hari kalender.
Di akhir acara, pihak Pemkab Tala dan Polda Kalsel mengimbau kepada seluruh masyarakat Desa Tabanio untuk bersama-sama mendukung dan menjaga kelancaran proses pembangunan ini agar dapat selesai tepat waktu dan segera dimanfaatkan secara maksimal. (Ben)
