PELAIHARI NEWS– Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Eko Sugiharto sebagai Direktur PT Air Minum Berkah Banua (Perseroda) periode 2026–2031. Acara pelantikan berlangsung di Gedung Sarantang Saruntung, Pelaihari, pada Rabu (29/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Tanah Laut, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, jajaran Kepala SKPD, serta para camat se-Kabupaten Tanah Laut.
Dalam sambutannya, Bupati H. Rahmat Trianto menyampaikan bahwa proses seleksi Direktur telah melalui tahapan panjang sejak akhir tahun 2025 hingga terbitnya rekomendasi resmi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Ditjen Otda beberapa minggu lalu.
Perubahan Mindset dan Penambahan Pelanggan
Bupati menegaskan pentingnya perubahan pola pikir (mindset) kepemimpinan dalam mengelola Perusahaan Daerah (BUMD). Sebagai perseroan terbatas, PT Air Minum Berkah Banua tidak hanya dituntut memberikan pelayanan publik, tetapi juga harus mampu berinovasi guna meraih profit demi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
”PT itu memiliki tujuan utama mencari keuntungan sebanyak-banyaknya di samping pelayanan. Mindset-nya harus dirubah: saya harus mencari laba. Caranya dengan menambah jumlah konsumen dan menggunakan trik-trik pemasaran yang inovatif,” tegas Rahmat Trianto.
Bupati membeberkan data pelanggan saat ini yang mencatat sekitar 15 ribu hingga 16 ribu terdaftar, namun hanya sekitar 11 ribu pelanggan yang berstatus aktif. Hal ini menjadi tantangan bagi direksi baru untuk melakukan efisiensi manajemen, sosialisasi pentingnya air bersih, hingga peremajaan sistem perpipaan bersama dinas terkait (PUPR).
Selain itu, penetapan struktur manajemen yang hanya diisi satu Direktur dan satu Komisaris dinilai sudah sesuai dengan regulasi jumlah pelanggan yang ada di Kabupaten Tanah Laut.
Antisipasi Musim Kemarau dan Layanan Wilayah Rawan
Menghadapi tantangan jangka pendek, Bupati menyoroti datangnya musim kemarau dalam 2–3 bulan ke depan. Ia meminta manajemen PT Air Minum Berkah Banua sigap memetakan daerah rawan krisis air seperti Kecamatan Kintap dan Jorong, serta mengoptimalkan koordinasi lintas sektor—termasuk pemanfaatan void (lubang bekas tambang) milik perusahaan swasta untuk kebutuhan non-konsumsi warga.
Sementara untuk wilayah pesisir seperti Kurau, Bumi Makmur, Tambang Ulang, dan Takisung, diharapkan pasokan air dapat ditopang melalui jaringan SPAM Banjarbakula.
Komitmen Direktur Baru
Usai dilantik, Direktur PT Air Minum Berkah Banua, Eko Sugiharto, menyatakan kesiapannya menjalankan amanah tersebut. Fokus utamanya dalam waktu dekat adalah mengantisipasi dampak kemarau melalui optimalisasi sistem dan pemanfaatan embung-embung yang ada.
”Untuk jangka pendek kita fokus pada kesiapan mengatasi kemarau melalui optimalisasi sistem dan pemanfaatan embung. Sementara untuk jangka panjang, kami berharap pasokan air baku dari Banjarbakula bisa sampai ke Pelaihari, sehingga tidak ada lagi kendala air bersih di pusat kota,” ujar Eko.
(Ben)
