PELAIHARI NEWS— Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto secara resmi membuka ajang Tanah Laut Innovation Award 2026 di Balairung Tuntung Pandang, Pelaihari, Kamis (17/9/2026). Pembukaan ajang bergengsi ini juga dirangkaikan dengan peluncuran (launching) program pelatihan kepemimpinan administrator.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Tanah Laut HM Zazuli, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, Kepala Baperida Provinsi Kalimantan Selatan, para Kepala SKPD, Camat, hingga para tamu undangan.
Dalam sambutannya usai membuka acara, Bupati Rahmat Trianto menegaskan bahwa kegiatan inovasi daerah tidak boleh sekadar menjadi formalitas atau gugur kewajiban demi mengejar penghargaan semata. Ia meminta seluruh abdi negara dan peserta fokus pada kemanfaatan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Jangan sampai kita ikut lomba hanya mengejar juara satu Rp20 juta atau Rp15 juta, tapi manfaatnya yang kita cari secara bersama-sama. Inovasi itu harus dievaluasi agar ada feedback yang baik bagi pembangunan daerah,” ujar Bupati Rahmat.
Ia juga mengingatkan panitia untuk teliti memeriksa indikator parameter penilaian, serta mendorong seluruh tenaga pendidik, aparatur sipil negara, hingga masyarakat umum untuk terus melahirkan ide-ide kreatif guna mendongkrak indeks inovasi daerah.
Dukungan terhadap arahan tersebut turut disampaikan oleh Camat Pelaihari, Fajar Tri Atmaja. Pihaknya menyambut baik pelaksanaan ajang ini dan berkomitmen menciptakan inovasi pelayanan publik yang berdampak panjang.
“Ini memicu dan membuat semangat kita untuk menciptakan inovasi-inovasi terbaik dalam pelayanan masyarakat. Kedepannya, sesuai arahan Bapak Bupati, inovasi ini harus berkelanjutan, bukan seperti skripsi yang akhirnya cuma singgah di perpustakaan. Dan tidak harus menggunakan biaya besar, Rp0 pun bisa asalkan kita semangat,” tutur Fajar.
Ajang ini juga mendapat sambutan antusias dari para inovator lokal. Sumiran dari Posyantek Kecamatan Takisung mengungkapkan rasa syukur karena karya inovator daerah mendapatkan wadah apresiasi yang tepat. Pada ajang tahun ini, ia membawa inovasi alat keamanan dan pengusir burung berbasis modifikasi CCTV bekas.
“Alhamdulillah dengan kegiatan ini inovasi-inovasi yang kami buat itu tersalurkan. Ini sangat baik untuk menggugah para inovator untuk berkreasi dan berbuat lebih banyak,” ungkap Sumiran.
Apresiasi senada disampaikan Saifudin dari Posyantek Durian Bukuk, Kecamatan Batu Ampar, yang turut memamerkan mesin penggilingan padi portable penghasil dedak halus. Ia menilai ajang ini sangat efektif merangsang ide-ide kreatif dari kalangan masyarakat.
Tanah Laut Innovation Award 2026 memperlombakan lima kategori utama, meliputi kategori SKPD, Pengajar SMP, Puskesmas, Kecamatan Terinovatif, dan Kategori Masyarakat Umum.
Pendaftaran lomba telah dibuka secara daring melalui aplikasi Sistem Informasi Inovasi Daerah Kabupaten Tanah Laut dan akan ditutup pada 10 Oktober 2026. Selanjutnya, berkas peserta akan melalui tahap verifikasi serta wawancara bersama juri independen sebelum malam penganugerahan digelar pada November 2026 mendatang. (Ben)
