PELAIHARI NEWS – Bupati Tanah Laut (Tala) H. Rahmat Trianto memimpin langsung Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tala yang digelar di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Rabu (30/7/2025). Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan daerah.
Dalam arahannya, bupati menegaskan pentingnya komunikasi terbuka dan kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan daerah. Ia menyampaikan apresiasi atas komitmen semua pihak, khususnya Kepala BNN, yang menyatakan kesiapannya untuk mendukung kerja bersama sesuai bidang masing-masing.
“Terima kasih saya sampaikan kepada seluruh unsur Forkopimda, khususnya kepada Kepala BNN yang telah menyampaikan komitmennya untuk bersama-sama bersinergi. Ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan masih sangat kuat di antara kita,” ungkapnya.
Ia juga menggarisbawahi bahwa tantangan ke depan tidak ringan, mulai dari peredaran narkoba, konflik sosial, hingga ketimpangan ekonomi. Karena itu, dibutuhkan pendekatan yang bukan hanya berbasis koordinasi administratif, tetapi juga komunikasi yang terbuka dan menyeluruh.
“Masalah utama kita bukan hanya koordinasi, tapi komunikasi. Tanpa komunikasi yang baik, kita akan terasa jauh satu sama lain,” ucapnya.
Bupati bahkan mencontohkan bagaimana komunikasi informal seringkali menjadi jembatan solusi. Ia menyebut bahwa refleksi terbaik sering muncul saat suasana santai seperti olahraga pagi, bukan dalam tekanan rapat formal di kantor.
“Saya lebih nyaman berdiskusi terbuka di luar ruang formal, karena di situlah kita seringkali lebih jujur dan reflektif,” tambahnya.
Selain itu, bupati menyoroti akar persoalan sosial yang kerap muncul di masyarakat, yaitu perasaan tidak adil. Ia menyebut ketidakadilan sebagai pemicu utama konflik horizontal di berbagai daerah, termasuk di desa-desa.
“Aceh ribut karena merasa tidak adil, Papua juga demikian. Maka, jika kita bisa hadir dan memastikan rasa keadilan di tengah masyarakat, saya yakin konflik bisa dicegah sejak dini,” ujarnya.
Terkait penyalahgunaan narkoba, khususnya sabu-sabu di kalangan operator alat berat dan nelayan, bupati menilai hal ini terjadi karena anggapan keliru bahwa narkoba dapat meningkatkan stamina kerja. Ia menegaskan perlunya solusi alternatif, edukasi, dan pendekatan yang manusiawi..
Ia meminta seluruh elemen Forkopimda, hingga tokoh masyarakat—untuk tetap solid menjalankan peran sesuai bidangnya, sebagaimana amanat langsung dari Presiden RI.
“Saya tekankan kembali bahwa tidak ada satupun dari kita yang bisa berjalan sendiri. Kita ini satu kesatuan sistem. Ketika satu bagian lemah, maka akan memengaruhi bagian lain,” ucapnya.
Bupati rahmat menutup arahannya dengan ajakan agar Forkopimda tidak hanya menjadi forum seremonial, melainkan wadah nyata untuk pengabdian dan kerja nyata bagi rakyat.
Diingatkan pula untuk tidak hanya berpegang pada slogan “Sinergitas” tapi tidak mempraktikkannya. Dan tidak terjebak pada sekat institusi dan jabatan, padahal menghadapi tantangan yang sama.
“Keberhasilan kita bukan diukur dari seberapa banyak rapat yang kita gelar, tapi dari seberapa besar dampak yang kita hasilkan untuk masyarakat,” pungkasnya.
