PELAIHARI NEWS – Suasana Idul Adha 1446 Hijriah di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Jumat (6/6/2025), mendadak mencekam setelah insiden perkelahian berdarah terjadi di kawasan Simpang Empat Stap (Kunyit), Desa Ketapang, Kecamatan Bajuin.
Seorang pria bernama Wahyu Nogroho (22), warga Jalan Katunun, Desa Telaga, Kecamatan Pelaihari, ditemukan bersimbah darah dengan luka parah di bagian wajah dan punggung usai diduga terlibat bentrok dengan dua pria lainnya.
Wahyu sempat dilarikan ke RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, namun nyawanya tak tertolong.
Polisi bergerak cepat menyelidiki kasus tersebut. Pada Sabtu (7/6/2025), dua orang pria berinisial MR dan ML, yang diduga terlibat dalam insiden tersebut, menyerahkan diri ke pihak kepolisian di rumah orang tua mereka.
Kasus ini kini ditangani langsung oleh Polsek Pelaihari. Dari informasi awal yang dihimpun, MR diduga sebagai pelaku utama penusukan terhadap korban.
Motif sementara diduga karena dendam pribadi, dipicu aksi usil atau iseng saat berada dalam kondisi mabuk.
“Kami masih melakukan pendalaman terkait kronologi dan motif kejadian,” kata Kapolsek Pelaihari, Iptu Benny Wishnu Wardhany.

Hingga saat ini, kedua tersangka masih dalam proses pemeriksaan intensif oleh penyidik guna mengungkap secara lengkap latar belakang insiden berdarah tersebut. Polisi juga tengah mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi di lapangan. (Pelaihari News)
