PELAIHARI NEWS– PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Tanah Laut sukses membukukan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang digelar di Algoritma Resto, Rabu (29/04/2026), bank milik daerah ini melaporkan kenaikan laba yang signifikan hingga mencapai 43,5 persen.
Capaian Kinerja dan Prestasi Nasional
Mewakili Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Masturi, menyampaikan bahwa kondisi PT BPR Tanah Laut saat ini berada dalam kategori sehat.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipaparkan:
- Laba Tahun Buku 2025: Mencapai lebih dari Rp1,8 miliar (naik dari Rp1,3 miliar pada tahun 2024).
- Opini Audit: Mendapat predikat Wajar Tanpa Modifikasian (WTM) dari Kantor Akuntan Publik.
- Prestasi: Masuk dalam kategori The Best 50 BPR milik Pemerintah Daerah versi Majalah Infobank (Februari 2026) untuk kelompok aset Rp50–100 miliar.
”Dari beberapa indikator, kondisi PT BPR kita sehat. Dari sisi laba juga mengalami peningkatan yang cukup tinggi,” ujar Masturi di hadapan jajaran direksi dan pemegang saham.
Tantangan NPL dan Pembenahan Struktur
Meski mencatatkan pertumbuhan laba yang impresif, pemerintah daerah memberikan catatan kritis terkait rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL). Saat ini, angka NPL BPR Tanah Laut masih bertengger di atas 6 persen.
”Kondisi sehat seharusnya di bawah 5 persen. Ini menjadi kerja bersama agar ke depan bisa ditekan,” tegas Masturi.
Selain masalah kredit, agenda RUPS juga menyoroti penguatan kelembagaan. Saat ini, posisi komisaris belum terpenuhi secara lengkap. Pemerintah Kabupaten Tanah Laut selaku pemegang saham pengendali berkomitmen untuk segera melakukan proses seleksi sesuai amanat rapat demi menjaga tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).
Kehadiran Stakeholder
Rapat krusial ini dihadiri oleh jajaran manajemen inti, di antaranya:
- Suprapto (Direktur Utama)
- Rinanto (Direktur Operasional)
- Joko Wuryanto (Komisaris)
Turut hadir perwakilan pemegang saham lainnya, yakni Eddy dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Hasan perwakilan dari Bank Kalsel. Selain evaluasi kinerja, RUPS kali ini juga membahas pembagian laba serta penetapan arah kebijakan strategis untuk menghadapi tantangan ekonomi di tahun 2026.
