Pelaihari News – Pelaksanaan Islamic Expo 2026 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Laut bekerja sama dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tanah Laut sukses menuai banyak pujian. Apresiasi tinggi salah satunya datang dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Laut, Arkani.
Politisi senior dari Partai Demokrat yang telah empat periode memimpin partainya di Tanah Laut tersebut menilai, Islamic Expo merupakan terobosan kegiatan yang sangat positif. Menurutnya, agenda ini tidak sekadar menjadi sarana syiar Islam, tetapi juga efektif memantik partisipasi aktif masyarakat dalam menyambut momentum Tahun Baru Islam.
“Ke depan kegiatan ini perlu terus dilanjutkan. Secara tidak langsung, Islamic Expo menjadi penanda dan pengingat bagi masyarakat bahwa Tahun Baru Islam telah tiba,” ujar Arkani kepada awak media, Rabu (17/6/2026).
Dongkrak Sektor UMKM dan Ekonomi Kreatif
Mantan pimpinan DPRD Tanah Laut yang kini bertugas di Komisi III ini juga menyoroti dampak multiplier effect dari acara tersebut, khususnya bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Momentum tahunan ini dinilai menjadi wadah yang tepat bagi para pelaku usaha untuk mempromosikan produk lokal mereka.
Ia menambahkan, agar dampaknya semakin terasa, tema kegiatan di tahun-tahun mendatang harus terus dieksplorasi sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. Arkani mencontohkan, stan pameran bisa lebih dioptimalkan untuk memasarkan suvenir bernuansa Islami, hingga penyelenggaraan peragaan busana (fashion show) muslimah.
“Konsep yang dihadirkan saat ini sudah tepat. Untuk berikutnya, produk yang ditampilkan dapat lebih menonjolkan nuansa Islami, termasuk dalam kegiatan fashion show,” tambahnya.
Dorong Keterlibatan CSR dan Penguatan Nilai Edukasi
Demi cakupan acara yang lebih luas dan meriah di masa depan, Arkani mendorong panitia pelaksana untuk merangkul lebih banyak mitra strategis. Salah satunya dengan memaksimalkan kontribusi sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan serta pelibatan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam secara masif.
Menurutnya, Islamic Expo akan jauh lebih memikat apabila mampu menghadirkan peserta maupun narasumber berskala regional hingga nasional. Selain itu, porsi kegiatan edukasi keagamaan dinilai perlu ditambah porsinya.
“Selain tausiah, Islamic Expo juga sangat baik jika dilengkapi dengan seminar tentang sejarah hijrah Nabi yang dimotori oleh organisasi kemasyarakatan Islam. Dengan demikian, nilai edukasi dan syiar Islam dalam kegiatan ini akan semakin kuat,” pungkasnya.
