PELAIHARI, Pelaiharinews.com –Bupati Tanah Laut H, Sukamta kembali membuat warganya kaget. Setelah beberapa hari sebelumnya melakukan safari menginap di rumah-rumah warga, kini Sukamta tiba-tiba berada di salah satu gubuk yang dihuni 5 orang bersaudara, di Jalan Parit Baru, RT 20 RW 07, Kelurahan Angsau, Tanah Laut pada Kamis (23/3) dini hari.
Kedatangan orang nomor satu di Tanah Laut itu diluar protokoler, sehingga tak memberi tahu aparat dibawahnya seperti kepala desa, Camat dan lainnya. Sukamta mendadak sudah berada di depan gubuk milik Marsella (26 thn), salah satu warga kurang mampu yang kebetulan muallaf, untuk mengajak penghuninya sahur pertama ramadhan.
“Saya memang sengaja diam-diam datang, biar tahu apa saja yang dipersiapkan warga saya yang kurang mampu itu saat sahur. Ternyata betul, mereka tak punya banyak menu, kecuali nasi dan tempe sekedarnya. Beruntung, saya datang membawa makanan buat sahur,” kata Sukamta kepada pers, Kamis (23/3).
Sukamta memang tak datang sendirian. Ia sengaja memboyong anak dan istrinya ke gubuk salah satu warganya itu. Tujuannya, lebih dalam rangka ingin memberi pelajaran dan pesan penting kepada keluarganya, bahwa diluar sana masih banyak orang yang hidupnya susah.
Bupati yang kini menjadi kader PDI Perjuangan itu mengungkapkan, pilihan mengajak keluarganya untuk sahur pertama bulan ramadhan ini untuk menjadi contoh buat yang lain. Jangan sampai dirinya aktip mengampanyekan tentang perlunya kepeduliaan dan kepekaan sosial, tapi keluarganya tidak. Misal, hidup bermewah-mewahan dan sejenisnya di tengah banyaknya warga yang sedang susah.
Karena itulah, kata dia, kegiatan seperti ini juga penting bukan saja buat keluarga, tapi juga buat contoh kepada aparat dibawahnya seperti para kepala dinas dan lainnya. Mereka harus memiliki spirit kepedulian dan kepekaan yang sama. Jangan sampai bupatinya abis-abisan keliling warga untuk ikut merasakan apa yang mereka rasakan, sementara pejabat dibawahnya enak-enakan.

Sementara itu, Marsella yang gubuknya didatangi Bupati itu mengaku sangat terharu. Bahkan, beberapa kali dia harus menyeka air matanya yang menetes saat pemimpin yang selama ini diidolakannya itu tiba-tiba sudah berada di depan rumahnya.
“Jujur, saya seperti bermimpi. Kok mau Pak Bupati datang ke gubuk saya yang reot ini. Saya benar-benar terharu karena tidak menyangka Pak Bupati mau datang. Apalagi, beliau juga mengajak anak dan istrinya untuk makan sahur bersama,” ungkapnya.
Menurut Marsella, perasaan haru bercampur bangga dan senang luar biasa atas kedatangan tamu istimewa itu, pada saat Pak Bupati dengan lahap menyantap makanan yang dibawahnya itu tanpa terlihat jijik karena gubuknya yang mungkin bau macam-macam.
“Saya tidak bisa banyak bicara, kecuali ingin mengucapkan terimakash yang setulus-tulusnya. Saya berdoa kepada Allah, semoga Pak Sukamta selalu dibukakan pintu berbagai kemudahan, kesehatan, kelancaran dan kesuksesan dalam menjalankan misinya sebagai bupati,” tandasnya.
Ditambahkan Marsella, kedepan itu butuh pemimpin seperti Pak Sukamta yang bukan saja merakyat, tapi juga sangat peduli kepada rakyatnya.
“Saya kira kedepan, Pak Sukamta itu sangat layak jadi gubernur. Rakyat rindu punya pemimpin seperti beliau,” tegasnya. (Red)
