PELAIHARI NEWS – Kabupaten Tanah Laut sukses mencatatkan prestasi gemilang dalam pengendalian ekonomi di penghujung tahun 2025. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik yang dirilis , Tanah Laut berhasil menutup tahun dengan tingkat inflasi tahunan (year-on-year) sebesar 2,91%.
Angka ini menjadikan Tanah Laut sebagai satu-satunya kabupaten/kota di Kalimantan Selatan yang inflasinya berada di bawah ambang 3%. Capaian tersebut berada jauh di bawah rata-rata inflasi Provinsi Kalimantan Selatan yang tercatat sebesar 3,66%.
Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas sinergi seluruh pihak dalam menjaga stabilitas harga di Bumi Tuntung Pandang.
“Terima kasih untuk semua pihak, terkhusus Asisten 2 bidang Perekonomian dan Pembangunan serta SKPD terkait. Tanah Laut menutup tahun 2025 dengan tingkat inflasi terkendali sebesar 2,91% dan menjadi satu-satunya di Kalsel yang di bawah 3%,” ujar Bupati.
Keberhasilan ini merupakan buah dari berbagai upaya nyata di lapangan. Bupati menjelaskan bahwa pemerintah daerah secara rutin melakukan sidak ke tempat-tempat penggilingan beras dan menyelenggarakan pasar murah, khususnya di sekitar Pasar Kota Pelaihari. Selain itu, dilakukan business matching dengan 14 pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berdampak pada pasar yang lebih terkendali.
Jika dibandingkan dengan daerah lain di Kalimantan Selatan, Tanah Laut memimpin dengan tingkat inflasi terendah. Berikut rincian inflasi tahunan (y-on-y) di beberapa wilayah:
• Kabupaten Tanah Laut: 2,91%
• Kabupaten Kotabaru: 3,03%
• Kabupaten Tabalong: 3,15%
• Kabupaten Hulu Sungai Tengah: 3,93%
• Kota Banjarmasin: 3,97%
Adapun Indeks Harga Konsumen (IHK) Tanah Laut berada di angka 109,73 dengan inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,76%.
Selain inflasi, potret ekonomi Tanah Laut di tahun 2025 menunjukkan tren positif di berbagai sektor. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami kenaikan menjadi 74,32.
Di sektor ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil ditekan menjadi 3,30%, turun dari tahun-tahun sebelumnya.
Angka kemiskinan juga menunjukkan penurunan signifikan dari 3,76% di tahun 2024 menjadi 3,0% di tahun 2025, dengan jumlah penduduk miskin yang berkurang dari 13.404 jiwa menjadi 10.830 jiwa.
