PELAIHARI NEWS – Ikan Budidaya milik kelompok tani keramba Taruna Tani Bina Berkah Borneo di Sungai Jorong, RT 05 Dusun 3 Desa Jorong, Kecamatan Jorong, mati mendadak pada Kamis (24/10/24).
“Kematian ikan ini mulai kemaren. Selain ikan dalam keramba, juga ikan disungai ikut mati,” kata Kades Jorong, Nur Ilmi ketika dikonfirmasi media ini, Jumat (25/10/24).

Penyebab kematian ikan tersebut belum diketahui pasti penyebabnya.
“Kita tidak berani menduga penyebabnya apa, biar nanti Dinas PRKPLH (Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup) Kabupaten Tanah Laut yang menjawabnya,” ujarnya.
Diketahui, pemerintah desa setempat setelah mendapat informasi dari warga adanya kematian ikan mendadak langsung turun ke lokasi dan memanggil pihak DPRKPLH Tala untuk mengambil sampel air untuk mengetahui pencemaran apa yang terjadi disungai tersebut.
Kepala Bidang Penataan Peningkatan Kafasitas Lingkungan DPRKPLH Tala, Adi Rahmani yang terjun langsung ke lokasi ketika ditanya media apakah ada indikasi dugaan pencemaran limbah di sungai tersebut, Adi belum bisa memastikan.
“Kita tidak bisa memastikan apakah dalam air jernih ini mengandung kandungan lain yang jadi penyebab, kecuali nanti setelah hasil laboratorium akan menemukan indikasi itu,” ujarnya.
Menurut keterangan warga setempat air sungai tersebut selama ini keruh, baru 2 hari ini berubah jernih dan menimbulkan kematian ikan di sungai dan keramba sehingga menyebabkan kerugian mencapai puluhan juta rupiah. (Red)
