PELAIHARI NEWS— Pemadaman listrik berulang di Kabupaten Tanah Laut berdampak serius terhadap perekonomian warga, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal ini menjadi sorotan utama Anggota DPRD Kabupaten Tanah Laut, Andi Muhammad Tesar Muharram, usai menerima aksi demonstrasi mahasiswa dan masyarakat di Gedung DPRD Tala, Rabu (29/7/2026) siang.
Andi menegaskan bahwa pemadaman listrik yang terjadi berkepanjangan sangat memukul para pelaku usaha lokal yang mengandalkan pasokan listrik harian.
”Untuk pemadaman listrik ini, UMKM pasti sangat kena dampak besar. Jangankan UMKM, kita di rumah tangga saja terasa dampaknya, seperti barang elektronik yang rusak. Apalagi UMKM yang menyimpan bahan-bahan baku untuk usahanya, itu pasti bakal rusak,” ujar Andi kepada awak media.
Mahasiswa Bawa 6 Tuntutan, PLN Beri Tenggat Pemulihan
Dampak luas pemadaman listrik ini memicu aksi damai dari belasan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Tanah Laut (HPPMTL) bersama masyarakat. Dalam audiens bersama DPRD dan jajaran PLN ULP Pelaihari, massa mengusung 6 tuntutan utama:
- Desakan transparansi penyebab kerusakan pembangkit.
- Kompensasi atas kerusakan barang elektronik/peralatan rumah tangga warga.
- Evaluasi sistem distribusi listrik.
- Audit menyeluruh infrastruktur kelistrikan di Kalsel.
- Gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) resmi bersama DPRD.
- Evaluasi total kinerja jajaran manajemen PLN di Kalimantan Selatan.
