PELAIHARI NEWS— Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tapin dalam beberapa hari terakhir berdampak besar pada kegiatan industri karet. Akibat intensitas hujan yang terus-menerus, para petani kesulitan melakukan penyadapan karena batang pohon karet selalu basah.
Sejumlah petani di Kecamatan Binuang dan Bungur mengaku hasil getah menurun drastis. Salah satu petani, Ari, mengatakan kondisi cuaca ekstrem membuat proses penyadapan tidak optimal.
“Selain hasilnya berkurang, jalan menuju tempat pengumpulan hasil juga sangat licin dan sulit dilalui kendaraan, sehingga menghambat distribusi getah,” ujarnya, Minggu (2/11/2025).
Para petani berharap cuaca segera membaik agar produksi karet bisa kembali normal dan industri karet di Tapin tetap mampu menopang perekonomian daerah
Penulis : Muhammad Indrawan
