PELAIHARI NEWS – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tanah Laut, Joko Pitoyo menyoroti kondisi Pasar Tapandang Berseri Pelaihari, Jumat (23/3/2025)
Menurut Jokopi, kondisi salah satu pasar di Pelaihari ini secara keseluruhan masih bagus. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti kosongnya lapak-lapak pedagang di pasar bagian dalam.
“Setelah saya tanyakan tadi ke pedagang, kata mereka di dalam itu sepi karena kebanyakan masyarakat kita senang berbelanja di atas motor,” ungkap Jokopi.
Alhasil, para pedagang memilih membuka lapak di bagian depan pasar yang tepat berada di tepi jalan seperti Jalan arah menuju pintu air.
“Pinggir jalan ini penuh dengan pedagang sehingga berdampak pada ketertiban di pasar,” lanjutnya.
Mengingat kondisi seperti ini sudah berlangsung beberapa waktu, Jokopi pun mempertanyakan fungsi Pengawas dan Penertiban (Wastib) dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Tanah Laut.
“Kita berharap hal ini segera dapat atensi dari Pemerintah Kabupaten Tanah Laut supaya pasar kita ini nyaman untuk berbelanja,” katanya lagi.
Menanggapi hal ini, Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskumdag) Tala , Totom Wahyudi mengatakan apa yang disoroti oleh Jokopi juga disoroti oleh Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto saat melakukan sidak bapokting jelang Idul Fitri 1446 Hijriyah beberapa waktu lalu.
“Sesuai arahan dari Bupati kita, pasar ini akan kita tertibkan dan revitalisasi supaya menjadi pasar semi modern sehingga tidak ada lapak-lapak di tepi jalan, dan pasar juga akan di jadikan wisata sehingga orang akan senang berbelanja,” ujar Totom.
Lebih lanjut, pejabat yang baru 1 bulan menjadi Plt Kadiskopdag Tala ini mengatakan, sebenarnya lapak pedagang atau los-los di dalam itu sudah ada yang menempati dan digratiskan oleh Pemkab Tala.
“Semua lapak ada yang punya, dan memang kesadaran pedagang kita sangat kurang. Apabila ada petugas kita mereka beralih kedalam. Mudah-mudahan setelah ada Kadis definitif pengaturan pasar bisa lebih maksimal,” lanjutnya.
Ia juga tidak menampik kultur masyarakat yang senang berbelanja di atas sepeda motor. Namun, Totom berjanji akan menertibkan hal ini usai Idul Fitri 1446 Hijriyah.
“Nanti akan kita buatkan rambu dan tertibkan setelah ramadhan,” tutup Totom.
