PELAIHARI NEWS. – Viral narasi Kasatlantas hedon belakangan ini. Narasi tersebut memojokkan nama Kasatlantas Polres Malang, AKP Agnis Juwita Manurung.
Buntut dari viral narasi Kasatlantas hedon itu, AKP Agnis menjalani klarifikasi dan verifikasi di Polres Malang dan Divisi Propam Polda Jawa Timur.
Kapolres Malang AKBP Putu Kholis mengungkapkan anak buahnya itu nggak aneh-aneh kok. Kesehariannya baik-baik saja, malah Kapolres mengatakan AKP Agnis itu polwan berprestasi lho.
“Secara kinerja AKP Agnis saya nilai baik. Banyak prestasi dan pekerjaan yang sudah dilakukan,” kata Kapolres dilansir dari harianhaluan.com.
AKP Agnis disebut banyak prestasi, apa saja sih prestasi dari polwan perwira pertama ini.
Jejak prestasi AKP Agnis bisa dilihat deh pada 2022. AKP Agnis meraih penghargaan dari Polda Jatim.
Prestasi AKP Agnis sebagai Kasatlantas itu nggak cuma satu doang lho. Deretan prestasinya simak ya.
Jadi pada 25 Oktober 2023, AKP Agnis mendapatkan 3 prestasi penghargaan.
Pertama Juara 1 Kategori Giat Preventif Ops Zebra Semeru 2022.
Kedua, meraih penghargaan Kategori Pengendalian Terbaik Kawasan Tertib Lalu Lintas.
Prestasi ketiga adalah Polres Malang berhasil dalam ungkap kasus tabrak lari terbanyak.

Penghargaan diterima polwan berprestasi itu dalam kegiatan Analisis dan Evaluasi Kinerja Ditlantas serta jajaran Polda Jatim.
Menerima tiga penghargaan, AKP Agnis menyampaikan apresiasinya.
AKP Agnis berterimakasih atas kerja keras dan dedikasi tinggi seluruh personil Sat Lantas Polres Malang dalam pelaksanaan tugas.
“Semoga penghargaan ini dapat memompa semangat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata dia.
Selain itu, AKP Agnis berpesan kepada diri sendiri dan jajarannya, pekerjaan yang tulus akan menuai hasilnya.
“Pekerjaan yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh,maka akan mendapatkan hasil yang memuaskan,” jelasnya.

Selain itu, Agnis juga mendapatkan penghargaan Kasatlantas mendukung maksimal kegiatan 1 abat NU di Kabupaten Malang.
Berdasarkan informasi media ini peroleh, masa kecilnya Agnis merupakan anak yatim dari kelas 6 SD. Ayahnya meninggal tahun 2004, selanjutnya ibunya seorang diri membesarkan kedua anaknya, dengan menjadi pegawai asuransi serta nyambi jualan pisang goreng dan es batu di sekolahan.
Agnis hanya dua bersaudara memiliki, dia memiliki kakak laki-laki. 1 tahun setelah ayahnya meninggal, kakaknya tahun 2005 masuk polisi melalui jalur Bintara Polri. Akhirnya kakaknya bisa menggantikan posisi ibunya untuk memenuhi kebutuhan keluarga termasuk menyekolahkan Agnis dan memberikan support serta pelatihan hingga adiknya Lulus menjadi Taruna Akpol.
Kemudian Agnis lulus Taruna Akpol dan menjadi satu-satunya perempuan tahun 2010 dari Polda Kalsel. (HH/Red)
