PELAIHARI NEWS – Upaya menciptakan generasi bebas stunting di Kabupaten Tanah Laut terus digalakkan. Melalui kolaborasi antara Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanah Laut dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), puluhan calon pengantin (catin) mendapatkan pembekalan khusus pada Selasa (31/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Rakat Manuntung ini fokus pada persiapan hulu, yakni memastikan pasangan yang akan menikah memiliki kesiapan lahir dan batin sebelum memasuki jenjang rumah tangga.
Persiapan Matang Demi Keluarga Berkualitas
Kepala DP3AP2KB Tanah Laut, Maria Ulfah, S.Psi, M.M, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 62 peserta atau 31 pasangan. Para peserta berasal dari empat kecamatan, yaitu:
- Kecamatan Pelaihari
- Kecamatan Tambang Ulang
- Kecamatan Takisung
- Kecamatan Bajuin
Tujuan utama dari pertemuan ini adalah memberikan edukasi mendalam mengenai kesiapan fisik, mental, sosial, hingga ekonomi. Selain itu, para catin didorong untuk memahami pentingnya kesehatan reproduksi serta melakukan pemeriksaan kesehatan pra-nikah.
Menikah Bukan Sekadar Acara, Tapi Komitmen Seumur Hidup
Ketua TP PKK Tanah Laut, Hj. Dian Rahmat, yang hadir langsung sebagai pemateri, memberikan pesan mendalam kepada seluruh peserta. Ia menekankan bahwa persiapan pernikahan seringkali terjebak pada kemeriahan acara, namun melupakan substansi setelahnya.
”Menikah bukan hanya untuk beberapa tahun, tetapi seumur hidup. Maka yang harus disiapkan adalah kesiapan fisik, mental, emosional, dan finansial,” tegas Hj. Dian Rahmat.
Beliau juga menambahkan bahwa pencegahan stunting sangat bergantung pada kondisi kesehatan ibu dan pola asuh sejak dini. “Pencegahan stunting harus dimulai sejak pra-nikah melalui kesiapan kesehatan, pemenuhan gizi, serta pemahaman peran suami-istri dalam membangun keluarga yang harmonis,” lanjutnya.
Menuju Indonesia Emas 2045
Melalui pembekalan ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut berharap para calon pengantin mampu membangun keluarga yang sehat dan berkualitas. Langkah kecil dari persiapan pernikahan ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam mencetak generasi unggul yang bebas stunting demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
