PELAIHARI NEWS – Upaya Pemerintah Kabupaten Tanah Laut dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan membuka peluang kerja global kembali membuahkan hasil. Pada Senin (30/03/2026), Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, secara resmi melepas empat putra-putri terbaik daerah untuk meniti karier di Negeri Sakura, Jepang.
Keempat tenaga kerja tersebut adalah Dwi Muhammad Nur Hilmi, M. Rezha Firmansyah, Dini Sandiri, dan Noor Rifatul Azizah. Mereka merupakan peserta didik di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Pusat International Study Connect (PISCO) Tanah Laut yang telah dinyatakan siap bersaing di kancah internasional.
Bekal Skill dan Bahasa yang Mumpuni
Sebelum diberangkatkan, para peserta telah menjalani pelatihan intensif selama tiga bulan di LPK PISCO. Bupati H. Rahmat Trianto mengapresiasi kesiapan mental dan intelektual para peserta yang sudah mengantongi kompetensi dasar yang cukup tinggi.
”Keempat peserta ini telah menguasai skill Kaiwa (percakapan bahasa Jepang level N4), pengetahuan budaya Jepang, serta mahir dalam huruf Hiragana, Katakana, hingga penguasaan 300 Kanji,” ungkap Bupati dengan bangga.
Pendidikan Lanjutan dan Kontrak Kerja
Sesampainya di Jepang, mereka tidak langsung bekerja secara penuh, melainkan akan menjalani pelatihan lanjutan selama enam bulan hingga satu tahun. Fokus utamanya adalah pendalaman bahasa dan pemantapan teknis sebagai tenaga Kaigo (Caregiver) atau perawat lansia.
Rencananya, mereka akan ditempatkan di dua institusi besar, yaitu:
- Nara Higashi Kokusai Kaigo Fukushishi Gakuen di Nara.
- Ohara Gakuen di Osaka.
Setelah menyelesaikan masa pendidikan tersebut, para tenaga kerja ini akan mendapatkan kontrak kerja selama lima tahun, dengan peluang perpanjangan kontrak di masa depan.
Harapan Menjadi Duta Daerah
Bupati berharap para peserta dapat menjaga nama baik daerah dan bekerja dengan penuh integritas. Beliau menginginkan agar mereka tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga menjadi “duta” bagi Kabupaten Tanah Laut di mata masyarakat Jepang.
”Jaga etika, tunjukkan etos kerja yang tinggi, dan jadilah kebanggaan bagi keluarga serta daerah,” pesannya.
Sebagai informasi tambahan, program pengiriman tenaga kerja ini akan terus berlanjut. Direncanakan pada September mendatang, sebanyak empat peserta lagi akan menyusul untuk mengikuti program studi, magang, dan bekerja di Jepang melalui jalur yang sama.
