PELAIHARI NEWS – Pembangunan Pesantren Manbaul Ulum di Desa Durian Bungkuk, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut resmi dimulai, Minggu (26/1/25).
Hal itu ditandai dengan peletakan baru pertama oleh pengasuh pesantren Manbaul Ulum, Moch Yusuf. Disaksikan oleh para tokoh agama dan masyarakat setempat.
Momen bersejarah ini semakin istimewa dengan kehadiran Anggota DPRD Tanah Laut komisi 2 Fraksi Nasdem Joko Pitoyo dan Giyarti. Kehadiran keduanya didampingi Wakil Ketua Bidang Agama DPD NasDem Tala.
Disela kegiatan, Joko Pitoyo mengatakan ia sebagai Anggota DPRD Tala sangat mendukung pendirian dan pembangunan pesantren ini.
“Sebagai anggota DPRD dari komisi 2 salah satu mitra kerja kami adalah dinas pendidikan, Maka kami akan mensuport atas pendirian pesantren tersebut terutama terkait dengan semua perizinannya dan tidak menutup kemungkinan dari segi pembangunannya perlu perhatian dari pemerintah daerah,” kata Jokopi, sapaan akrabnya.
Menurut Jokopi, dengan dibangunnya pondok pesantren di daerah tersebut bisa menciptakan dan mengembangkan kepribadian muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, bermanfaat bagi masyarakat.
“Terlebih bagi generasi ke depan yang benar-benar matang dan jadi bagian pembangunan di Kabupaten Tanah Laut,” ujarnya.
Sementara itu, pimpanan pesantren Manbaul Ulum, Moch Yusuf menyebut pesantren jenjang Madrasah Tsanawiyah ini dibawah naungan yayasan Ma’arif Nahdhatul Ulama Kalsel.
“Pembangunan pesantren direncanakan ada 3 ruangan dengan ukuran masing-masing ruangan 4×6, dengan rincian 1 ruangan kelas, 1 ruangan kantor dan 1 ruangan mukim (tinggal-red) untuk santri,” sebutnya.
Pembangunan 3 ruangan ini ditargetkan selesai dalam setahun.
“Syukur-syukur tidak sampai satu tahun sudah selesai, karena rencana kedepan di tahun 2026 sudah bisa menerima santri,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan, nantinya siapa yang ingin menjadi santri disini harus mukim (tinggal-red).
“Siapa yang ingin sekolah tsanawiyah disini harus mondok atau mukim,” jelasnya. (Red)
