PELAIHARI NEWS – Anggota DPRD Kabupaten Tanah Laut (Tala) Hj Marni mendatangi lokasi yang menjadi penyebab banjir di Desa Kurau Utara, Kecamatan Bumi Makmur, Sabtu (23/8/2025). Kehadirannya bersama Kepala Desa Kurau Utara, Bahrani, serta Camat Bumi Makmur merupakan tindak lanjut dari aspirasi warga yang disampaikan saat reses beberapa hari lalu.
Hj Marni, yang juga anggota Fraksi Golkar dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3 meliputi Kecamatan Kurau, Bumi Makmur, Takisung, dan Panyipatan, menegaskan perlunya solusi permanen berupa pembangunan pintu air di titik lokasi penyebab banjir. Menurutnya, langkah ini penting agar genangan air di rawa bisa mengalir ke laut dan tidak lagi menimbulkan banjir di pemukiman.
“Kita melihat perlunya normalisasi saluran air agar aliran tidak menumpuk di satu sisi saja, sehingga perkampungan terbebas dari banjir,” ujarnya.
Kades Kurau Utara, Bahrani, turut menyampaikan aspirasi masyarakat agar dibangun pintu air seperti di Handil Maluka. Selain mencegah banjir, pintu air juga membuka peluang pemanfaatan lahan rawa untuk ditanami padi.
“Kalau dibuatkan pintu air ada dua keuntungan, banjir bisa dicegah dan lahan rawa bisa produktif,” jelas Bahrani.
Ia menambahkan, banjir besar pernah melanda wilayahnya pada 2006, 2021, hingga awal 2025 akibat aliran sungai menuju muara tertutup tanggul sejak beberapa tahun terakhir. “Sudah disurvei beberapa kali, dan kami berharap setelah disampaikan ke Ibu Hj Marni, pembuatan pintu air benar-benar bisa terealisasi,” tutupnya.
