PELAIHARI NEWS– Dukungan penuh mengalir dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Laut untuk pelaksanaan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) ke-8 tingkat kabupaten.
Kegiatan yang digelar di Pondok Pesantren Asy Syuhada Pelaihari pada Jumat (10/10/2025) ini diikuti ratusan santri dari berbagai pesantren. Suasananya pun berlangsung meriah dan penuh semangat.
Anggota Komisi II DPRD Tanah Laut, Zainul Abidin, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan MQK 2025. Menurutnya, dukungan itu berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas acara.
“Tahun ini luar biasa. Peningkatannya signifikan, suasananya lebih semarak dan dirasakan oleh semua pihak — pondok pesantren, santri, hingga masyarakat,” ujarnya.
Zainul menilai, prestasi santri Tanah Laut selama ini sudah membanggakan dan layak menjadi motivasi agar MQK terus dikembangkan.
“Alhamdulillah, Tanah Laut punya prestasi yang luar biasa. Pernah juara umum tingkat provinsi, masuk tiga besar nasional, bahkan ada yang juara internasional,” katanya.
“Harapannya, ke depan MQK bisa lebih meriah dan skalanya terus ditingkatkan,” tambahnya.
Ia juga menyebut bahwa popularitas MQK kini mulai menyaingi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang sudah lebih dikenal masyarakat. Tren positif ini dinilainya bisa menjadi pendorong bagi santri untuk lebih giat mempelajari kitab kuning — sumber utama ilmu keislaman seperti tauhid, fikih, akhlak, dan hadis.
Zainul menegaskan, DPRD Tanah Laut siap mendukung penuh kegiatan keagamaan semacam ini.
“Alhamdulillah, kami di dewan sangat mendukung. Ketua Komisi II, Haji Agus, juga turut memberikan sumbangsih besar untuk terselenggaranya MQK ini,” ujarnya.
Sebagai catatan, MQK ke-8 Kabupaten Tanah Laut diikuti 540 santri dari 19 pondok pesantren. Mereka berkompetisi dalam 26 cabang lomba pada tiga jenjang: Ula (SD/MI), Wustha (SMP/MTs), dan Ulya (SMA/MA). Kegiatan ini berlangsung hingga 12 Oktober 2025.
