PELAIHARI NEWS – Membaca sholawat burdah keliling kampung atau biasa warga sebut dengan ‘Doa selamat kampung’ merupakan Kearifan lokal yang hingga saat ini masih berlanjut di Desa Sungai Riam, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut saat bulan Muharram.
Tak heran, saat malam 10 Muharram suasana di Desa Sungai Riam menjadi sangat meriah.

Berdasarkan pantauan media ini, Kamis malam (27/7/23) iring-iringan puluhan mobil bak terbuka yang penuh diisi warga mengelilingi kampung sembari membaca sholawat burdah.
Tampak, pembacaan sholawat burdah dipimpin langsung oleh Guru Ahmad Bakri atau lebih dikenal dengan Guru Bakar.
Duduk di bak belakang mobil barisan depan, Guru Bakar menggunakan pengeras suara melantunkan sholawat burdah diiringi tepukan terbang.

Terlihat masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Pasalnya iring-iringan tidak hanya mobil saja, tapi diikuti tak kurang dari 100 kendaraan roda dua.
Iring-iringan ini juga mendapatkan pengawalan dari Sat Binmas Polres Tala.
Setelah selesai keliling kampung, kegiatan ini ditutup dengan doa bersama disalah satu rumah warga di desa setempat.
Guru Bakar selepas acara mengatakan, selamatan kampung dengan pembacaan burdah keliling ini akan terus dilaksanakan setiap tahunnya.
“Sebagaimana kita tahu burdah maknanya selimut, bisa digunakan untuk perlindungan,” ujarnya.
Guru Bakar berharap Desa Sungai Riam khususnya dan umumnya Indonesia dijauhkan, dihindarkan, dan diselamatkan dari segala musibah bencana dan perkara-perkara yang merugikan.
Ia juga menambahkan, pembacaan qasidah burdah keliling dengan mengunakan alat transportasi ini terbilang baru.
“kita mulai dari tahun 2019 kemaren sampai sekarang,” ungkap Guru Bakar.
Sebagai informasi, pada beberapa tahun silam masyarakat Desa Sungai Riam 1 atau dulu lebih dikenal dengan Kampung Padawanyi membaca qasidah burdah hanya jalan kaki berkeliling kampung tanpa menggunakan alat pengeras suara sambil diterangi obor atau suluh.
Sekarang, wilayah Desa Sungai Riam luas, meliputi Sungai Riam 1, 2 dan 3. Agar mudah menjangkau seluruh wilayah maka diputuskan menggunakan mobil dan motor.(jh)
