PELAIHARI NEWS – Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto secara resmi meluncurkan buku bertajuk “Coretan Anak Tanah Laut” di Gedung Balairung, Pelaihari, Selasa (29/1/2026).
Buku ini merupakan antologi cerita pendek (cerpen) karya siswa jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang lahir dari inisiasi langsung Bupati Tanah Laut
Bekerja sama dengan penerbit ternama Gramedia, buku ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung industri kreatif dan penguatan literasi di kalangan generasi muda.
Dalam sambutannya, Bupati H. Rahmat Trianto memberikan apresiasi tinggi kepada para penulis muda yang berani menuangkan imajinasi dan pengalaman mereka ke dalam tulisan. Uniknya, karya-karya dalam buku ini sengaja ditampilkan tanpa proses penyuntingan (editing) yang ketat.
“Karya-karya ini ditampilkan apa adanya sebagai bentuk penghargaan terhadap keaslian ekspresi anak-anak kita. Tidak semua orang berani menulis. Ketika karya mereka dihargai, mereka akan lebih percaya diri untuk berkarya lebih hebat lagi ke depan,” ujar H. Rahmat.
Ia juga menekankan bahwa menulis bukan sekadar persoalan kecakapan bahasa, melainkan sarana melatih keberanian dan daya pikir di tengah derasnya arus digitalisasi.
“Buku ini bukan sekadar kumpulan cerita, tetapi pemantik semangat bahwa dari imajinasi dan mimpi, anak-anak bisa menghasilkan karya yang bernilai,” tambahnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Tanah Laut, Myrza Fazrina, menjelaskan bahwa buku ini merupakan hasil dari lomba menulis cerpen yang digelar sebelumnya. Pihaknya bergerak cepat merealisasikan keinginan Bupati agar karya siswa tersebut dibukukan secara profesional.
“Kami bekerja sama dengan Gramedia melalui bidang SMP. Pak Bupati meminta agar karya ini segera di-launching sebagai bentuk motivasi nyata,” kata Myrza.
Myrza berharap program ini dapat menular ke jenjang pendidikan lainnya, termasuk Sekolah Dasar (SD). Menurutnya, literasi konvensional melalui buku fisik tetap memiliki peran krusial meski saat ini sudah banyak beralih ke format digital.
“Harapannya, ini menjadi pemantik utama. Ada orang yang bisa bicara tapi tidak bisa menulis, ada yang bisa menulis tapi sulit bicara. Dengan kemampuan menulis ini, ke depan kita akan asah juga kemampuan public speaking mereka untuk menyampaikan isi tulisan tersebut,” tutupnya.
Peluncuran buku ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi kebangkitan literasi di Kabupaten Tanah Laut, sekaligus mencetak calon-calon penulis masa depan yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah nasional.
