PELAIHARI NEWS– Langkah tegas terus digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Laut dalam menjaga ketertiban dan kebersihan kota. Terbaru, seorang warga tertangkap basah saat sedang membuang sampah di kawasan terlarang, tepatnya di kawasan Jalan Pusara, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, pada Senin (15/06/2026).
Aksi nekat warga tersebut berhasil digagalkan berkat taktik penyamaran yang dilakukan oleh personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Tanah Laut.
Pelaku diketahui tidak dapat berkutik saat tertangkap tangan oleh Team Responsif (Tren) Satpolppdk Tala yang sengaja memantau lokasi secara sembunyi-sembunyi. Padahal, di kawasan Jalan Pusara tersebut sudah dipasang papan pengumuman yang melarang keras aktivitas pembuangan sampah. Tindakan ilegal ini dinilai jelas melanggar Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.
Dibawa ke Kantor untuk Efek Jera
Kasatpol PP dan Damkar Tanah Laut, Danoe Sulaiman, membenarkan adanya penindakan tersebut. Guna memberikan efek jera serta melakukan pembinaan langsung, petugas segera menggelandang warga yang bersangkutan ke Kantor Satpol PPDK Kabupaten Tanah Laut.
“Di kantor, pelaku langsung kami berikan pengarahan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mematuhi titik-titik pembuangan sampah resmi yang telah disediakan oleh Pemerintah Daerah,” ujar Danoe Sulaiman.
Sebagai bentuk sanksi atas pelanggaran yang dilakukan, petugas memberikan sanksi administratif berupa teguran tertulis. Selain itu, pelaku juga diwajibkan menandatangani surat pernyataan resmi untuk berjanji tidak mengulangi perbuatannya lagi di masa mendatang.
Pengawasan Ketat Akan Terus Berlanjut
Pihak Satpol PPDK Tala menegaskan bahwa penindakan ini bukanlah yang terakhir. Ke depan, mereka akan terus melakukan pengawasan super ketat secara berkala di berbagai titik rawan pembuangan sampah liar di wilayah Kota Pelaihari.
Melalui kejadian ini, masyarakat diimbau untuk meningkatkan disiplin pribadi dan lebih bijak dalam mengelola sampah rumah tangga masing-masing. Kesadaran kolektif dari seluruh elemen warga sangat dibutuhkan demi menjaga keindahan, keasrian, serta kenyamanan lingkungan di Kota Pelaihari.
