PELAIHARI NEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut terus mengintensifkan pendistribusian air bersih untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau.
Berdasarkan data rekapitulasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Laut hingga Minggu (18/10/2026), sebanyak 429.850 liter air bersih telah disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak sejak 27 September 2026.
Pendistribusian tersebut melibatkan berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Tanah Laut sebagai bentuk penanganan dampak kekeringan sekaligus memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.
Berdasarkan data BPBD, distribusi air bersih yang dilaksanakan Pemkab Tanah Laut menjangkau enam kecamatan, yakni Pelaihari, Bajuin, Tambang Ulang, Panyipatan, Takisung, dan Bati-Bati.
Di Kecamatan Pelaihari, bantuan disalurkan antara lain ke Desa Ambungan, Tungkaran, Telaga, Tampang, Tirta Jaya, serta sejumlah kawasan permukiman di Kelurahan Pelaihari hingga Sarang Halang.
Sementara di Kecamatan Bajuin, pendistribusian menyasar Desa Galam, Kunyit, Ketapang, dan Tirta Jaya.
Untuk Kecamatan Takisung, penyaluran dilakukan ke Desa Gunung Makmur, Benua Lawas, Takisung, dan Pagatan Besar.
Adapun di Kecamatan Tambang Ulang, bantuan menjangkau Desa Bingkulu, Sungai Pinang, Sungai Jelai, dan Pulau Sari.
Wilayah Kecamatan Panyipatan juga mendapat perhatian, terutama Desa Batu Mulya, Kandangan Lama, Kandangan Baru, dan Batakan. Sedangkan di Kecamatan Bati-Bati, distribusi menyasar Desa Benua Raya.
Sekolah hingga Tempat Ibadah Terima Bantuan
Tidak hanya kawasan permukiman, pendistribusian air bersih juga menyasar berbagai fasilitas pendidikan dan tempat ibadah.
Di Kecamatan Panyipatan, sejumlah sekolah seperti SMAN 1 Panyipatan, SMPN 1 dan SMPN 3 Panyipatan, serta SDN Kandangan Lama dan SDN Kandangan Baru turut menerima bantuan.
Selain sekolah, bantuan juga disalurkan ke Pondok Pesantren An-Nazah di Desa Bingkulu, Pondok Pesantren Miftahul Ulum di Desa Batu Mulya, Langgar Al Ihsan di Desa Sungai Pinang, serta sejumlah fasilitas ibadah lainnya.
Penyaluran tersebut dilakukan untuk membantu menjaga ketersediaan air bagi kebutuhan sehari-hari, sekaligus mendukung kelangsungan kegiatan pendidikan dan ibadah masyarakat.
Libatkan Swasta dan Sinergi Lintas SKPD
Penanganan krisis air bersih di Kabupaten Tanah Laut dilakukan melalui pembagian wilayah penanganan antara pemerintah daerah dan pihak swasta.
Untuk kawasan industri yang meliputi Kecamatan Jorong, Batu Ampar, dan Kintap, penanganan kebutuhan air bersih melibatkan pihak swasta. Sementara itu, wilayah lainnya ditangani sepenuhnya oleh Pemkab Tanah Laut melalui pendistribusian air bersih secara bergiliran.
Pembagian penanganan tersebut dilakukan agar distribusi bantuan dapat menjangkau wilayah terdampak secara lebih terarah sesuai kebutuhan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Tanah Laut mengerahkan berbagai SKPD untuk mendistribusikan air bersih ke permukiman warga maupun fasilitas umum.
Melalui koordinasi dan kerja sama lintas SKPD, petugas diterjunkan langsung ke sejumlah wilayah terdampak untuk memastikan bantuan air bersih dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Sinergi antara pemerintah daerah dan pihak swasta ini diharapkan dapat memperkuat penanganan dampak kekeringan, sekaligus menjaga ketersediaan pasokan air bersih bagi masyarakat selama musim kemarau berlangsung. (Ben)
