PELAIHARI NEWS – Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, menjadi perhatian publik setelah aksinya yang tak biasa saat terjebak kemacetan di kawasan Pulai Sari, Senin (8/12/25) siang. Kemacetan panjang terjadi karena pembangunan Jembatan Bati-Bati yang masih dalam proses perbaikan.
Di tengah situasi itu, sang bupati sebenarnya bisa saja meminta jalan dibuka demi mobil dinasnya—hal yang kerap dilakukan banyak pejabat. Terlebih lagi, ia sedang menjalankan tugas pemerintahan. Namun, keputusan berbeda diambil Rahmat Trianto.
Alih-alih memanfaatkan kedudukan, beliau memilih turun dari mobil dan melanjutkan perjalanan dengan sepeda motor, setelah dijemput langsung oleh kepala desa setempat.
Menurut Bupati, perjalanan apa pun akan dipermudah jika diniatkan dengan baik, tanpa harus memakai kekuasaan secara berlebihan.
“Kalau kita ingin menggapai tujuan, selama niatnya baik, insya Allah akan dimudahkan dengan cara apa pun. Tidak harus memaksakan kekuasaan,” ujarnya.
Dalam video yang diunggahnya, bupati juga menuliskan pesan singkat:
“Banyak cara untuk kita mencapai tujuan, tanpa harus kita mengecewakan orang lain”
Sikap sederhana ini bisa menjadi contoh nyata soal kedisiplinan serta empati. (Ben)
