PELAIHARI NEWS— Kabupaten Tanah Laut mencatatkan prestasi gemilang pada Grand Final Cabang Olahraga Mixed Martial Arts (MMA) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Selatan 2025 yang digelar di Tanah Laut, Rabu (5/11).
Tim MMA Tanah Laut sukses menyabet 17 medali, terdiri dari 7 emas, 3 perak, dan 7 perunggu, sekaligus mengantarkan Tanah Laut menjadi juara umum pada cabor yang untuk pertama kalinya dipertandingkan di ajang Porprov Kalsel.
Keberhasilan ini bukanlah hasil yang datang begitu saja. Di balik kerja keras para atlet, pelatih dan pengurus cabor, serta semua pihak yang terlibat, termasuk pemerintah daerah, ada sosok perempuan tangguh yang menjadi motor penggerak kemajuan MMA di Tanah Laut — Giyarti, Ketua Indonesia Beladiri Campuran Amatir Mixed Martial Art (IBCA MMA) Kabupaten Tanah Laut.
Sejak resmi menahkodai IBCA MMA Tanah Laut pada Juli 2023, Giyarti bersama tim pelatih terus bergerak aktif menjaring dan membina atlet muda potensial. Setelah lebih dari dua tahun pembinaan intensif, kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil manis di Porprov 2025.
“Cabor MMA ini masih baru di Tanah Laut. Tantangan kami di awal cukup besar, terutama dalam mencari bibit atlet. Banyak masyarakat yang menganggap MMA sebagai olahraga yang menakutkan, sehingga butuh pendekatan dan sosialisasi yang intens,” ujar Giyarti.
Namun, semangat Giyarti dan tim tidak pernah surut. Ia mengaku, setiap kali melihat para atlet berlatih dengan tekun, rasa lelah dan perjuangan seolah terbayar.
“Kalau sudah di arena latihan, rasanya seperti keluarga sendiri. Kekeluargaan di tim ini sangat kuat, dan itu yang membuat kami terus semangat,” katanya.
Tak jarang, Giyarti juga harus mengeluarkan dana pribadi demi mendukung atlet mengikuti berbagai kejuaraan.
“Iya, karena ini cabor baru, jadi kami harus selalu siap dana kalau ada event atau kejuaraan,” ungkapnya dengan senyum.
Kini, semua pengorbanan itu terbayar lunas. Hasil gemilang di Porprov menjadi bukti nyata dari perjuangan panjang yang dijalani.
“Seperti pepatah mengatakan, tak ada usaha yang mengkhianati hasil. Di samping kekompakan atlet, kami juga didukung oleh pelatih-pelatih andalan,” tutur Giyarti, yang juga dikenal sebagai anggota DPRD Kabupaten Tanah Laut.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa dengan semangat, dedikasi, dan kerja sama, Tanah Laut mampu melahirkan juara-juara baru dari Bumi Tuntung Pandang, sekaligus membuka babak baru bagi perkembangan olahraga MMA di Kalimantan Selatan. (Ben)
