PELAIHARI NEWS– Para petani karet di Desa Mataraman, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar tengah diliputi kegembiraan. Pasalnya, harga karet mengalami kenaikan yang cukup signifikan pada tahun 2025 ini.
Selama beberapa tahun terakhir, harga karet relatif stabil di kisaran Rp7.000 hingga Rp9.000 per kilogram sejak 2020 hingga 2024. Namun, memasuki tahun 2025, harga karet naik menjadi Rp11.000 hingga Rp12.000 per kilogram di tingkat pengepul.
Kenaikan ini disambut baik oleh para petani, karena sebelumnya harga yang rendah membuat keuntungan menipis dan minat untuk bertani karet menurun.
Salah satu petani karet, Abdul Main, mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini memberikan harapan baru bagi petani.
“Kenaikan ini cukup membantu kami untuk terus bertani karet. Sebelumnya, harga karet yang dijual ke pengepul tidak terlalu menguntungkan, sehingga banyak petani yang mulai enggan menekuni usaha ini,” ujarnya, Rabu (29/10/2025).
Kenaikan harga karet ini diduga dipengaruhi oleh semakin berkurangnya lahan perkebunan karet akibat alih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit. Selain itu, meningkatnya permintaan karet di pasar internasional, terutama di kawasan Asia, turut mendongkrak harga. Permintaan tersebut banyak berasal dari industri otomotif dan konstruksi yang terus berkembang.
Dengan tren positif ini, petani di Mataraman berharap harga karet dapat terus stabil agar sektor perkebunan karet kembali bergairah.
Penulis : Muhammad Rosihan
