PELAIHARI NEWS – Kabupaten Tanah Laut (Tala) resmi menyandang status sebagai Sentra Jagung Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Pencanangan strategis ini diresmikan langsung oleh Gubernur Kalsel, H. Muhidin, di Jalan Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Senin (29/6/2026).
Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirene secara bersama-sama oleh Gubernur Kalsel H. Muhidin, Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha, Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto, serta unsur Forkopimda Kalsel.
Luncurkan “Tabel Rafaksi”, Terobosan Pertama di Indonesia Lawan Tengkulak
Salah satu terobosan besar dalam pencanangan ini adalah diluncurkannya Tabel Rafaksi Jagung. Inovasi yang diinisiasi oleh Polda Kalsel bekerja sama dengan Dinas Pertanian tingkat provinsi maupun kabupaten/kota ini menjadi yang pertama di Indonesia untuk melindungi petani dari permainan harga oleh tengkulak.
Melalui kebijakan yang telah ditandatangani oleh Gubernur Kalsel ini, para tengkulak tidak diperbolehkan lagi membeli jagung petani dengan harga di bawah Rp4.000 per kilogram. Hal ini memberikan kepastian harga yang adil berdasarkan tingkat kekeringan dan kebasahan kadar air jagung.
“Dengan adanya Tabel Rafaksi ini, harga jagung tidak bisa lagi dimainkan oleh tengkulak. Jadi masyarakat yang bertani jagung jangan khawatir. Kalau ada yang dipermainkan, laporkan ke kepolisian terdekat,” tegas Gubernur H. Muhidin.
Kapolda Kalsel, Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha, menyatakan bahwa seluruh jajaran kepolisian dari tingkat Polres hingga Polsek akan mengawal ketat penerapan aturan baru ini di lapangan.
“Tabel rafaksi ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani jagung di Kalimantan Selatan,” ujar Kapolda.
Genjot Produksi Demi Kebutuhan Daerah dan Peluang Ekspor
Kapolda Kalsel membeberkan bahwa potensi pasar jagung di wilayahnya masih terbuka sangat lebar. Saat ini, pasokan lokal baru mampu memenuhi kebutuhan Kalimantan Selatan di bawah 25 persen.
“Targetnya sebanyak-banyaknya. Kebutuhan jagung di Kalimantan Selatan belum sampai 25 persen terpenuhi. Kalau produksinya melebihi kebutuhan daerah, bisa dipasarkan ke provinsi lain bahkan diekspor ke luar negeri,” jelas Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha.
Untuk mengejar target tersebut, Pemprov Kalsel menyalurkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) berupa:
■4 unit Corn Combine Harvester (mesin pemanen jagung)
■5 unit Traktor
■Bantuan pupuk dan bibit unggul
Gubernur Muhidin menyebutkan target lahan jagung untuk Kabupaten Tanah Laut saat ini dipatok sebesar 16.000 hektar, sementara untuk target Kalsel secara keseluruhan diupayakan mencapai 150.000 hektar.
Petani Sumringah: Harga Jual Melonjak Nyata
Inovasi Tabel Rafaksi ini langsung berdampak positif di tingkat bawah. Kastalani, salah seorang petani jagung di Tanah Laut, mengaku sangat terbantu karena kebijakan ini berhasil mendongkrak harga jual jagung mereka secara signifikan.
“Alhamdulillah saat ini harga jagung kisaran 5.200 rupiah, tergantung kadar air dan kebersihannya.,” ungkap Kastalani.
Mewakili petani Tala, Kastalani mengucapkan terima kasih kepada Polda Kalsel dan Pemprov Kalsel dan Pemkab Tanah Laut serta dinas terkait yang telah bersinergi nyata memperjuangkan kesejahteraan para petani kecil.
Komitmen Bupati Tala: Optimalkan Kembali Lahan Tidur
Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, menyambut baik status baru daerahnya sebagai sentra jagung Kalsel. Ia mengakui, luas lahan jagung di Tala sempat merosot tajam dari masa kejayaannya yang mencapai 27.050 hektar, lalu merosot ke angka 20.000 hektar pada tahun 2020, hingga menyisakan 14.000 hektar di masa pandemi Covid-19 akibat ketidakstabilan harga.
“Petani rata-rata menjauh dari penanaman jagung karena harga dulu hancur di kisaran Rp1.800 sampai Rp2.000 saja. Alhamdulillah, dengan adanya Tabel Rafaksi hari ini, minimal sudah ada standar harga yang jelas,” tutur Rahmat Trianto.
Sebagai langkah konkret ke depan, Bupati Tala berkomitmen untuk menghidupkan kembali potensi lahan yang ada.
“Kami akan segera membuat surat edaran juga kepada seluruh perusahaan-perusahaan yang ada di lingkungan sekitarnya agar lahan-lahan tidur mereka ditanami jagung. Kami ingin mengaktifkan kembali sisa-sisa potensi lahan tanam jagung kita yang dulu pernah mencapai 27.050 hektar,” pungkasnya optimis. (ben)
