PELAIHARI NEWS – Bupati Tanah Laut secara resmi melepas keberangkatan Jemaah Haji Kloter 9 asal Kabupaten Tanah Laut di Balairung Tuntung Pandang, Selasa (20/5/2025).
Dalam sambutannya, Bupati berpesan agar para jemaah menjaga kesehatan, stamina, serta memelihara semangat dan kekhusyukan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
“Jagalah kesehatan dan kekompakan selama di Tanah Suci. Semoga seluruh jemaah kembali dengan selamat ke Tanah Laut dan meraih predikat haji yang mabrur,” ujar Bupati.
Pada musim haji 1446 H ini, total jemaah asal Tanah Laut berjumlah 337 orang yang terbagi ke dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 9 dan Kloter 13.
Kloter 9 terdiri dari 227 jemaah ditambah tiga petugas haji, serta empat jemaah tambahan dari kabupaten lain.
Mereka dijadwalkan berangkat besok, Rabu (21/5/2025) pukul 16.00 WITA dari Banjarmasin menuju Jeddah, kemudian melanjutkan perjalanan ke Mekkah.
Sementara itu, Kloter 13 yang merupakan kloter terakhir dari Embarkasi Banjarmasin, akan diberangkatkan pada 29 Mei 2025 dan dilepas sehari sebelumnya, 28 Mei 2025.
Pelepasan akan dilakukan di Aula Kecamatan Bati-Bati karena mayoritas jemaah berasal dari Kecamatan Bati-Bati, Tambang Ulang, Bumi Makmur, dan Kurau. Jumlah jemaah dalam kloter ini sebanyak 103 orang.
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Tanah Laut, H. Awang, menyampaikan bahwa terdapat 10 jemaah yang masuk kategori berisiko tinggi dan lansia.
Mereka didampingi enam orang dari pihak keluarga. Beberapa di antaranya menggunakan kursi roda, dengan bantuan baik dari keluarga maupun petugas haji.
“Jemaah tertua tahun ini adalah seorang laki-laki berusia 86 tahun, sementara yang termuda adalah seorang perempuan berusia 20 tahun,” ungkap H. Awang.
Namun, dua orang jemaah dipastikan gagal berangkat.
Satu orang tidak lolos karena alasan kesehatan, dan satu jemaah perempuan lainnya terpaksa ditunda keberangkatannya karena diketahui sedang hamil sekitar 4–5 hari sebelum jadwal keberangkatan.
Sesuai ketentuan, jemaah hamil hingga usia kandungan 26 minggu tidak diizinkan mengikuti perjalanan haji.
Dengan segala persiapan yang telah dilakukan, diharapkan seluruh jemaah asal Tanah Laut dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali dalam keadaan sehat serta memperoleh haji yang mabrur.
