PELAIHARI NEWS – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) resmi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan ini berlangsung di Balairung Tuntung Pandang, Pelaihari, Senin (30/08/2026).
Acara dibuka langsung oleh Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, dengan mengusung tema strategis: “Penguatan Sumber Daya Manusia yang Unggul dan Berdaya Saing serta Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi melalui Sektor Unggulan.”
Turut hadir dalam forum tersebut unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tala, tokoh agama, para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), serta berbagai pihak terkait lainnya.
Proyeksi Anggaran Menurun, Fokus pada Urgensitas
Dalam keterangannya usai membuka acara, Bupati H. Rahmat Trianto mengungkapkan bahwa proyeksi anggaran tahun 2027 mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya (2024–2026). Menyikapi hal tersebut, ia menginstruksikan seluruh jajaran agar jeli dalam menyusun rencana pembangunan dengan mengedepankan asas prioritas.
“Kami menekankan perencanaan membangun ke depan menggunakan asas prioritas yang paling dipentingkan. Masalah infrastruktur, layanan pendidikan, dan kesehatan menjadi fokus utama,” tegas Rahmat.
Ia berharap forum Musrenbang ini menghasilkan keputusan yang rasional dan efisien. Ia meminta agar anggaran tidak dihamburkan untuk kegiatan yang kurang mendesak.
“Kami harapkan bisa mengurangi hal-hal yang tidak penting. Contohnya masalah seremonial atau perjalanan dinas yang tidak urgen. Kita upayakan utamakan apa yang perlu, karena kita masih banyak PR masalah jalan kabupaten, jembatan, dan sekolah,” tambahnya.
Strategi Penanganan Banjir Lintas Sektoral
Menjawab pertanyaan awak media terkait penanganan banjir tahunan, Bupati menjelaskan bahwa Pemkab Tala telah mengalokasikan anggaran untuk langkah perbaikan dan pencegahan. Namun, ia menyadari bahwa kemampuan APBD kabupaten memiliki keterbatasan untuk menangani masalah skala besar.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Tala bersinergi dengan Balai Wilayah Sungai dan berencana menggandeng kementerian terkait untuk membangun infrastruktur pengendali banjir yang lebih masif.
“Kita minta bantu dengan Balai, termasuk nanti kita minta kementerian untuk membuat suatu tanggul atau irigasi yang besar. Mulai dari arah Bati-Bati, Kurau, hingga Bumi Makmur,” jelasnya.
Rencana pembangunan tanggul dan sistem irigasi tersebut diharapkan dapat melancarkan aliran anak-anak sungai yang selama ini tersumbat, sehingga air bisa langsung terbuang ke laut lepas dan mengurangi risiko banjir tahunan di wilayah tersebut.
