PELAIHARI NEWS— Pemerintah Desa Kampung Baru menggelar peringatan Hari Jadi Desa Kampung Baru ke-43 di halaman Kantor Desa Kampung Baru, Kecamatan Pelaihari, Selasa (19/5/2026). Kegiatan berlangsung meriah dengan dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta warga setempat.
Acara tersebut dihadiri Camat Pelaihari, Fajar Tri Atmaja yang mewakili Pemerintah Kabupaten Tanah Laut. Dalam sambutannya, Camat Pelaihari mengapresiasi semangat masyarakat dalam memeriahkan hari jadi desa, termasuk penampilan seni dan budaya dari anak-anak serta sanggar seni yang tampil pada kegiatan tersebut.
“Perjalanan 43 tahun bukan waktu yang singkat. Ini menjadi bentuk rasa syukur sekaligus momentum untuk mengenang perjuangan para pendiri desa dan menyiapkan masa depan generasi penerus,” ujarnya.
Ia juga menilai Desa Kampung Baru sebagai miniatur keberagaman karena masyarakatnya terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya yang hidup rukun berdampingan. Menurutnya, nilai toleransi dan gotong royong tersebut harus terus dijaga sebagai kekuatan utama dalam membangun desa.
Sejarah Pemekaran dan Transmigrasi
Sementara itu, Kepala Desa Kampung Baru, I Wayan Suaste, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Desa Kampung Baru merupakan hasil pemekaran dari Desa Sungai Riang dan mulai berkembang sejak program transmigrasi pada tahun 1987.
Ia menjelaskan bahwa keberagaman budaya yang ada di Desa Kampung Baru merupakan aset penting yang perlu mendapat perhatian dan dukungan pemerintah daerah, tidak hanya dari sisi pembangunan fisik tetapi juga pelestarian adat dan budaya masyarakat.
“Kampung Baru memiliki keberagaman suku, agama, dan budaya yang menjadi kekuatan persatuan masyarakat. Ini harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat rasa memiliki terhadap desa melalui semangat gotong royong, persatuan, dan toleransi agar Desa Kampung Baru dapat terus berkembang dan maju.
Bakal Jadi Agenda Tahunan
Peringatan Hari Jadi Desa Kampung Baru ke-43 ini turut dimeriahkan oleh berbagai penampilan seni budaya, paduan suara, serta partisipasi aktif dari para pelaku UMKM dan masyarakat setempat.
Melihat antusiasme yang tinggi, pemerintah desa berencana untuk menjadikan peringatan hari jadi desa ini sebagai agenda tahunan resmi. Langkah tersebut diambil sebagai upaya untuk mempererat kebersamaan antarwarga sekaligus melestarikan sejarah dan kekayaan budaya yang dimiliki desa.
