PELAIHARI NEWS – Menanggapi aksi penyegelan Kantor DPRD Tanah Laut (Tala) oleh Aliansi Mahasiswa Tuntung Pandang pada Senin (18/5/2026), Anggota Komisi II DPRD Tala, Hj. Marni, angkat bicara.
Hj. Marni meluruskan tudingan bahwa para wakil rakyat sengaja “kabur” atau tidak responsif. Sebaliknya, ia menegaskan bahwa DPRD justru telah bergerak cepat melakukan gerakan “jemput bola” ke Jakarta sebelum aksi demonstrasi tersebut pecah di daerah.
Gerak Cepat ke Pusat Sebelum Aksi Pecah
Saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Senin (18/5/2026) malam, Hj. Marni membeberkan bahwa keberangkatan mereka ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) adalah bentuk respons nyata atas jeritan para nelayan terkait kelangkaan solar.
“Kami berjuang di sini agar tidak ada kapal nelayan yang parkir (bersandar) hanya karena kesulitan solar. Masalah solar subsidi ini dampaknya sangat luas ke seluruh lapisan masyarakat pesisir,” tegas Hj. Marni. “Jadi, sebelum ada demo di daerah, kami di DPRD sebenarnya sudah langsung bergerak cepat menjemput bola ke pusat begitu isu ini mencuat.”
Kunjungan kerja strategis ke kementerian ini tidak main-main. Dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Tala H. Khairil Anwar dan Wakil Ketua Muslimin, rombongan juga memboyong Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) serta lima kepala desa pesisir sekaligus, yaitu:
- Kepala Desa Tabunio
- Kepala Desa Kuala Tambangan
- Kepala Desa Pagatan Besar
- Kepala Desa Batakan
- Kepala Desa Asam-Asam
Bawa Oleh-Oleh Berita Baik dari KKP
Perjuangan anggota DPRD di Jakarta membuahkan hasil positif. Pihak KKP menyambut antusias program-program yang diusulkan oleh perwakilan masyarakat Tanah Laut tersebut.
1. Lampu Hijau Program Kampung Nelayan
Usulan program Kampung Nelayan di kawasan Muara Asam-Asam dan Kuala Tambangan resmi mendapat lampu hijau dari kementerian untuk segera ditindaklanjuti.
2. Desakan Kuota BBM Solar Subsidi
DPRD Tala mendesak kementerian agar segera mengambil langkah strategis koordinatif bersama BPH Migas dan Pertamina. Tujuannya jelas: memastikan pasokan solar aman agar armada kapal nelayan tidak mogok melaut.
