PELAIHARI NEWS— Festival Olahraga Tradisional Kabupaten Tanah Laut Tahun 2026 resmi dimulai, Rabu (7/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Halaman Pertasi Kencana, Pelaihari, tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Tanah Laut, HM Zazuli.
Pembukaan festival turut dihadiri unsur Forkopimda Tanah Laut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tanah Laut, para peserta, serta pegiat olahraga tradisional.
Dalam laporannya, Kepala Dispora Tanah Laut Rudi Imtihansyah menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membina dan mengembangkan olahraga rekreasi sekaligus melestarikan permainan tradisional di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi.
Sebelumnya, KORMI Tanah Laut juga telah melaksanakan seleksi pegiat olahraga tradisional untuk mengikuti Festival Olahraga Rekreasi Daerah (FORDA) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
“Kalau seleksi tidak dapat uang, tidak dapat hadiah. Kalau festival ada hadiahnya,” ujar Kadispora disambut tepuk tangan dan sorak peserta.
Ia menjelaskan, Festival Olahraga Tradisional 2026 dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, Peraturan Daerah Nomor 40 Tahun 2020 tentang Kepemudaan dan Keolahragaan, serta program dan kegiatan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanah Laut.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesehatan, perkembangan fisik, prestasi, kecerdasan, dan sportivitas masyarakat. Selain itu, festival diharapkan mampu mempererat persatuan dan kesatuan serta mendorong masyarakat Tanah Laut semakin aktif berolahraga.
“Yang lebih penting adalah upaya kita untuk mewujudkan masyarakat Tanah Laut yang aktif, masyarakat Tanah Laut yang gemar berolahraga,” katanya.
Sembilan Cabang Olahraga Tradisional
Festival tahun ini mempertandingkan sejumlah olahraga tradisional, mulai dari kategori pelajar, mahasiswa, umum hingga instansi.
Cabang yang dipertandingkan meliputi Asinan atau Bahadang, Enggrang, Bakiak, Lari Balok, Balogo, Tarik Tambang, Dagongan, Sumpit, serta Silat Budaya atau Kuntau.
Untuk Silat Budaya atau Kuntau, kategori yang dipertandingkan meliputi Tunggal Putra dan Putri, Pasangan Putra dan Putri, Beregu Campuran, serta Berpasangan Master.
Pelaksanaan dimulai pada Rabu (7/10/2026) di Halaman Pertasi Kencana dengan mempertandingkan Enggrang, Bahadang, Sumpit, Tarik Tambang, Dagongan, Bakiak dan Lari Balok.
Selanjutnya, pertandingan Balogo dijadwalkan berlangsung pada Jumat hingga Sabtu (9–10/10/2026) di Lapangan Basket Indoor. Sedangkan Silat Budaya atau Kuntau digelar pada Minggu (11/10/2026) di lokasi yang sama.
Diikuti Puluhan Tim dan Peserta
Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang telah terdaftar.
Tercatat sebanyak 18 tim Tarik Tambang, 19 tim putra dan 14 tim putri Bakiak, 20 tim putra dan 15 tim putri Enggrang, 16 tim Dagongan, 40 tim Balogo, 6 peserta Sumpit, 7 tim Bahadang, 25 peserta Lari Balok, serta 64 tim dan peserta Silat Budaya.
Total hadiah yang disiapkan panitia tahun ini mencapai Rp96 juta.
Untuk kategori perorangan, juara pertama mendapatkan Rp2 juta, juara kedua Rp1,5 juta dan juara ketiga Rp1 juta.
Sementara untuk kategori beregu, juara pertama memperoleh Rp2,5 juta, juara kedua Rp2 juta dan juara ketiga Rp1,5 juta.
Kadispora juga berharap para pegiat olahraga tradisional Tanah Laut yang telah mengikuti seleksi KORMI mampu menunjukkan prestasi di tingkat provinsi hingga nasional.
Wabup: Jangan Sampai Tergerus Perkembangan Zaman
Sementara itu, Wakil Bupati Tanah Laut HM Zazuli mengapresiasi Dispora dan seluruh panitia yang telah menginisiasi Festival Olahraga Tradisional 2026.
Menurutnya, olahraga tradisional bukan sekadar permainan atau hiburan fisik, tetapi merupakan warisan budaya yang mengandung nilai kearifan lokal, kebersamaan, kejujuran, gotong royong dan sportivitas.
“Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi saat ini, jangan sampai anak-anak generasi muda semakin akrab dengan gadget dan melupakan permainan tradisional,” ujarnya.
Ia menilai festival tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga identitas budaya sekaligus mengenalkan kembali berbagai permainan tradisional kepada generasi muda Tanah Laut.
Olahraga tradisional seperti Balogo, Enggrang, Asinan atau Bahadang, Bakiak, Lari Balok, Dagongan, Sumpit, Silat atau Kuntau hingga Tarik Tambang diharapkan tidak hilang tergerus perkembangan zaman.
“Menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat yang sehat, aktif dan gembira. Serta mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antara warga di seluruh wilayah Kabupaten Tanah Laut,” kata Zazuli.
Kepada para peserta, Zazuli berpesan agar seluruh pertandingan diikuti dengan penuh semangat dan tetap menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran serta persaudaraan.
“Menang atau kalah adalah hal biasa dalam permainan. Yang penting adalah kegembiraan dan kebersamaan yang kita bagikan hari ini,” pesannya.
Ia juga meminta panitia, wasit dan juri memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman dan adil.
Wabup juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama membangun Kabupaten Tanah Laut yang lebih maju, unggul dan tetap berbudaya. (ben)
