PELAIHARI NEWS– Akses transportasi masyarakat di Kecamatan Batu Ampar kini semakin lancar setelah Bupati Tanah Laut, Rahmat Trianto, meresmikan jembatan penghubung antara Desa Damar Lima dan Desa Damit pada Rabu (7/1/2026).
Acara peresmian ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Tanah Laut, di antaranya Ketua DPRD H. Khairil Anwar, serta para Anggota DPRD yaitu Yoga Pinis Suhendra, ST., MH., Hj. Endang Isnawangsih, SH., dan H. Muhammad Amin, SH.
Anggaran dan Spesifikasi Jembatan
Jembatan yang menguras dana APBD 2025 sebesar Rp18 miliar ini dibangun di bawah pengawasan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Tanah Laut.
Secara teknis, infrastruktur baru ini memiliki spesifikasi sebagai berikut:
- Panjang: 96 meter
- Lebar: 6 meter
- Tipe: Jembatan Tipe B
- Desain: Kontur besi melengkung yang mengadopsi gaya arsitektur mirip Jembatan Rumpiyang di Kabupaten Barito Kuala.
Dorong Sektor Ekonomi dan Pariwisata
Pembangunan jembatan ini menjadi krusial mengingat fungsinya sebagai urat nadi yang menghubungkan dua wilayah desa. Infrastruktur baru ini menggantikan jembatan lama yang kondisinya sudah tidak memadai sebelum akhirnya direhabilitasi total.
Selain mempermudah mobilitas harian warga dan memperlancar arus transportasi logistik, keberadaan jembatan berdesain estetis ini juga diproyeksikan mampu mendongkrak sektor pariwisata di kawasan sekitarnya. Jembatan Damar Lima-Damit sendiri menjadi salah satu dari dua jembatan utama yang rampung dan diresmikan oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Laut sepanjang periode anggaran tersebut.
Data Infrastruktur Jembatan di Tanah Laut
Berdasarkan data terkini dari pemerintah daerah, Kabupaten Tanah Laut saat ini tercatat memiliki total 264 unit jembatan.
Dari keseluruhan aset infrastruktur tersebut, sebanyak 224 unit jembatan dilaporkan sudah berada dalam kondisi mantap dan baik. Sementara itu, sisa jembatan yang belum optimal masuk dalam daftar prioritas pekerjaan rumah pemerintah daerah untuk ditingkatkan kualitasnya secara bertahap.
