PELAIHARI NEWS— Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Pisco secara resmi melepas dua orang peserta untuk menjalani program studi dan karier di Jepang. Acara pelepasan yang berlangsung penuh rasa haru dan bangga tersebut digelar di Kantor LPK Pisco, Pelaihari, pada Senin (28/9/2026).
Kedua peserta, yakni Muhammad Bagas Akmal dan Ahmad Hafiz Anshari, didampingi langsung oleh kedua orang tua masing-masing. Mereka akan bertolak ke Negeri Sakura untuk melanjutkan studi sekaligus magang di bidang keperawatan (Kaigo atau perawatan lansia) melalui kerja sama strategis dengan Hayama Gakuen.
Prosesi pelepasan ditandai secara simbolis dengan pemasangan selendang sasirangan kepada para siswa oleh Ketua Yayasan Lentera Banua Centre, Eko Susilowati, selaku yayasan penaung LPK Pisco. Turut hadir Direktur LPK Pisco, Warjiman, yang menyerahkan dokumen penting kepada para peserta.
Fokus Tingkatkan Kualitas SDM Tanah Laut
Direktur LPK Pisco, Warjiman, mengungkapkan bahwa misi utama lembaga ini bukan sekadar menyalurkan peluang kerja ke luar negeri, melainkan berfokus pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal agar lebih terdidik, berdisiplin, dan berkarakter.
“Visi LPK ini tidak hanya sekadar peluang kerja yang diraih, tetapi meningkatkan SDM. Sumber daya manusia yang ada di Tanah Laut ini supaya terdidik, terdisiplin, berkarakter, hingga membantu peningkatan SDM di Tanah Laut,” ujar Warjiman.
Ia menjelaskan, pengiriman peserta ke Jepang ini dilakukan secara berkala. Mengenai tahapan persiapan, para peserta dibekali kemampuan bahasa Jepang hingga level N4 sebelum berangkat. Setibanya di Jepang, mereka akan melanjutkan pendidikan bahasa hingga level N3 dan N2 selama tiga tahun masa persiapan sebelum memasuki kontrak kerja penuh selama lima tahun.
Warjiman menyebutkan bahwa secara keseluruhan LPK Pisco telah memberangkatkan sekitar 28 orang ke Jepang. Pada pelepasan bulan ini, awalnya terdapat tiga orang peserta yang direncanakan berangkat. Namun, satu peserta meninggal dunia sebelum keberangkatan, sehingga gelombang kali ini memberangkatkan dua orang, sementara batch berikutnya telah disiapkan.
Harapan Yayasan: Jadi Role Model Generasi Muda
Sementara itu, Ketua Yayasan Lentera Banua Centre, Ibu Eko Susilowati, menyampaikan rasa bangga atas capaian para siswa dan mengapresiasi dukungan orang tua yang turut hadir memberikan restu.
“Harapan saya supaya anak-anak bisa mendapatkan pengalaman yang lebih lagi, dan mudah-mudahan bisa memberikan nama harum, khususnya untuk Tanah Laut,” ungkap Ibu Eko.
Ia berharap para peserta dapat menjadi percontohan (role model) bagi pemuda-pemudi di Tanah Laut dalam meraih peluang karier global dan mengubah masa depan.
Semangat Keluar dari Zona Nyaman
Kedua peserta, Bagas dan Hafiz, menyatakan kesiapan mereka sudah mencapai 100 persen, baik secara mental maupun penguasaan bahasa setelah lulus ujian level N5 hingga N3.
Bagas mengaku motivasi utamanya adalah memanfaatkan usia muda untuk menimba pengalaman lintas budaya. “Motivasinya mungkin ingin menambah pengalaman baru saja. Karena di usia saya yang tergolong masih muda, harus mengambil banyak kesempatan untuk bisa berubah di masa depan,” ujarnya.
Senada dengan Bagas, Hafiz merasa tertantang untuk menjangkau hal-hal baru di luar daerah asal. “Untuk saya sendiri ingin melangkah ke tempat yang lebih jauh dan ingin menjangkau hal-hal yang belum pernah saya alami. Jadi lebih ke saya pengin nambah pengalaman,” tutur Hafiz.
Acara pelepasan diakhiri dengan foto bersama pengurus yayasan, manajemen LPK Pisco, para peserta, dan kedua orang tua siswa. (Ben)
