PELAIHARI NEWS — Ribuan pengunjung dan penghobi layang-layang memadati Pantai Batakan Baru, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, dalam Festival Layang-Layang 2026 tingkat nasional. Kegiatan ini turut membawa berkah bagi pelaku usaha wisata sekaligus menjadi ajang penggalangan dana untuk masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Festival yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Dinas Pariwisata tersebut berlangsung pada 23–25 Oktober 2026. Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto membuka kegiatan secara langsung, ditandai dengan penerbangan layang-layang.
Dalam sambutannya, Rahmat menyampaikan bahwa festival ini memasuki tahun kedua. Menurutnya, penyelenggaraan tahun sebelumnya berhasil membawa Tanah Laut meraih rekor MURI untuk penerbangan layang-layang dandang terbanyak di dunia.
“Tahun lalu kita sudah melaksanakan perlombaan seperti ini, dan mendapatkan rekor MURI bahwa kita di Kabupaten Tanah Laut ini menerbangkan layang-layang dandang terbanyak di dunia,” ujar Rahmat.
Ia menegaskan festival tersebut akan menjadi agenda tahunan. Para penghobi dari berbagai daerah, khususnya Kalimantan Selatan, diajak mempersiapkan layang-layang terbaik untuk mengikuti penyelenggaraan berikutnya.
“Siapkanlah layang-layang yang terbaik karena tahun depan pun event ini akan tetap kita laksanakan,” katanya.
Festival tahun ini mempertandingkan layang-layang dandang kelas umum berskala nasional serta kelas lokal bagi peserta Kabupaten Tanah Laut, termasuk SKPD dan masyarakat. Terdapat pula kategori layang-layang sunting atau aduan yang dikenal sebagai layang-layang ulur klasik.
Selain perlombaan, kegiatan dimeriahkan eksibisi yang menghadirkan perwakilan sejumlah provinsi serta peserta dari Malaysia dan Singapura.
Rahmat meminta para juri memberikan penilaian secara profesional sesuai kategori yang diperlombakan. Ia juga mengajak peserta dan pengunjung menikmati destinasi wisata serta kuliner Tanah Laut.
Di tengah kemeriahan festival, Bupati mengingatkan bahwa masih terdapat masyarakat yang menghadapi dampak karhutla dan kabut asap, termasuk di Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Banjar, dan Barito Kuala. Karena itu, kegiatan turut dirangkai dengan penggalangan dana.
“Pada kegiatan ini pun kita akan menggalang dana untuk saudara-saudara kita yang terdampak atau terkena kebakaran hutan dan lahan,” ucapnya.
Salah seorang peserta, Abdul Kadir Jailani, menyambut baik penyelenggaraan festival tersebut. Ia berharap kegiatan serupa semakin banyak digelar di Kalimantan Selatan sebagai wadah berkumpul dan berkompetisi bagi para penghobi.
“Kami sebagai penghobi dandang mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kabupaten Tanah Laut yang sudah mengadakan festival layang-layang dandang di tahun 2026,” tuturnya.
Keramaian festival juga dirasakan pelaku usaha di kawasan Pantai Batakan Baru. Sumarni, yang dikenal sebagai Acil Tenda, mengatakan seluruh 17 tenda glamping yang dikelolanya terisi selama kegiatan berlangsung.
Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan akhir pekan biasa yang umumnya hanya terisi dua hingga tiga tenda.
“Selama ada kegiatan festival kelayangan ini, alhamdulillah ramailah, ada peningkatan,” ujar Sumarni.
Ia berharap kegiatan di Pantai Batakan Baru dapat diselenggarakan secara rutin karena membantu meningkatkan pendapatan pelaku usaha setempat. (Ben)
