PELAIHARI NEWS – Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Tanah Laut kembali menyelenggarakan Ujian Munaqasyah bagi ribuan santri Taman Kanak-Kanak/Taman Pendidikan Al-Qur’an (TK/TPA) se-Kabupaten Tanah Laut. Agenda krusial ini dilaksanakan sebagai salah satu syarat mutlak kelulusan para santri sebelum mengikuti wisuda massal.

Pjs Ketua DPD BKPRMI Tanah Laut, H.M. Wahyudi, mengungkapkan bahwa pelaksanaan munaqasyah tahun ini dibagi ke dalam beberapa gelombang. Gelombang pertama resmi dimulai pada hari ini, Minggu (5/7/2026), dan langsung menyasar beberapa kecamatan secara simultan.
”Mulai hari ini, tanggal 5 Juli 2026, kegiatan Munaqasyah DPD BKPRMI Kabupaten Tanah Laut resmi dimulai. Tadi pagi sudah dibuka untuk Kecamatan Pelaihari dan Kecamatan Bajuin. Kemudian siang nanti setelah zuhur, ujian dilanjutkan di Kecamatan Panyipatan, Tambang Ulang, dan Bati-Bati,” terang H.M. Wahyudi saat memberikan keterangan, Minggu (5/7/26) di Bajuin.
Ia menambahkan, untuk sisa kecamatan lainnya yang belum melaksanakan ujian pada hari ini, akan dijadwalkan pada gelombang berikutnya. “Insyaallah rangkaian kegiatan ini akan kita lanjutkan kembali pada tanggal 11 dan 12 Juli mendatang di sisa kecamatan yang belum,” tambahnya.
Ujian Munaqasyah ini merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh untuk mengukur sejauh mana kemampuan dan kapasitas para santri dan santriwati selama belajar di TK/TPA. Materi yang diujikan meliputi kemampuan baca tulis Al-Qur’an, hafalan surah-surah pendek, hafalan ayat-ayat pilihan, hingga praktik gerakan dan bacaan salat.
Ujian ini juga menjadi penentu apakah santri yang bersangkutan dinyatakan lulus dan berhak mengikuti prosesi wisuda yang telah direncanakan oleh pengurus daerah.
”Mudah-mudahan ini menjadi tahapan yang berjalan lancar bagi mereka untuk menentukan kelulusan. Target kita, insyaallah wisuda akan dilaksanakan secara serentak se-Kabupaten Tanah Laut pada tanggal 25 Agustus nanti,” jelas Wahyudi.

Pada pelaksanaan munaqasyah kali ini, animo dan jumlah kepesertaan santri di Tanah Laut terbilang sangat besar. Tercatat, sebanyak 1.685 santri dari berbagai penjuru bumi Tuntung Pandang siap diuji kemampuannya dalam menyerap ilmu agama. (Ben)
