PELAIHARI NEWS – Penggalangan dana pada Aksi Solidaritas Banua Bantu Palestina yang digelar di Halaman Pertasi Kencana, Kota Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala) pada Minggu 17 Desember 2023 kemaren hingga hari ini berhasil mengumpulkan donasi ratusan juta rupiah.
“Hasil donasi dari warga dalam Aksi Solidaritas Banua Bantu Palestina terhitung sampai hari ini berjumlah 600 juta rupiah,” kata Ketua Panitia Pelaksana Aksi Solidaritas Banua Bantu Palestina, Muhammad Rahmad Hidayat saat menggelar konferensi pers penyampaian hasil dan serah terima donasi di Salah satu hotel di Pelaihari, Senin (18/12) siang.

Pada kesempatan tersebut Muhammad Rahmad Hidayat menyampaikan ucapan terima kasih tak terhingga kepada pemerintah daerah dan pihak terkait yang sudah mendukung penuh atas terselenggaranya kegiatan Aksi Solidaritas Banua Bantu Palestina.
“Kami atas nama Aksi Solidaritas Banua Bantu Palestina mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada semua pihak yang terlibat dan yang memberikan donasi dalam kegiatan ini. Semoga Allah memberikan taufik dan rahmat-Nya pada kita semua, dan membalas apa yang telah kita kerjakan dan keluarkan di balas berlipat ganda oleh Allah SWT,” ucapnya.
“Kami akan terus memberikan doa dan dukungan kepada rakyat Palestina yang hari ini diwakili Syech Ghaleeb dan ketiga anaknya dari Palestina,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan kemanusian donasi Aksi Solidaritas Banua Bantu Palestina secara simbolis oleh Ketua panitia pelaksana Muhammad Rahmad Hidayat kepada Pimpinan Yayasan Adicita Insan Nastiti Internasional (AINI) Foundation, Ustadz Ricky untuk disalurkan ke Palestina. Disaksikan langsung oleh Syech Ghaleeb dari Palestina.
Ustad Ricky Pimpinan AINI Foundation dalam keterangan persnya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pj Bupati Tala, Satuan Kerja Perangkat Daerah Tala, dan semua pihak yang terlibat serta masyarakat dalam Aksi Solidaritas Banua Bantu Palestina.
Perlu pihaknya informasikan, kata Ustad Ricky, untuk khusus program amal ini akan pihaknya belikan ambulan, karena sampai sejauh ini dari 2021 AINI Foundation sudah mengirimkan 3 unit ambulan.
“Sampai dengan hari ini ambulan kami masih selamat dan terus berjuang mengevakuasi warga Palestina, baik yang sudah meninggal ataupun masih hidup. Karena apa, semua rumah sakit tidak ada yang tersisa,” ungkapnya.
Kenapa ambulan, terangnya, ambulan diwaktu emergency ini menjadi alternatif yang sangat serius. “Ada pun bila situasi sudah normal kembali, ambulan tersebut akan jadi hak milik warga Palestina,” ujarnya.
Pimpinan AINI Foundation ini menyebut, dalam proses penyaluran pihaknya bekerjasama sekaligus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri yang mempunyai kewenangan dan memberikan jaminan, baik itu di Mesir maupun di Palestina.
“Kami juga akan berkoordinasi dengan Baznas, karena Baznas salah satu pihak yang di rekomendasikan oleh pemerintah,” terangnya. (jh)
