PELAIHARI NEWS – Kebahagiaan dan kesedihan bercampur menjadi satu dalam kehidupan Sajimin (55), warga RT 16 Dusun Banjar Arum, Desa Karang Rejo, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
Di tengah ujian berat yang menimpa keluarganya, secercah kebahagiaan datang melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1009/Tanah Laut Tahun Anggaran 2026.
Rumah kayu yang selama 35 tahun menjadi tempatnya berteduh bersama keluarga, kini dibangun kembali oleh prajurit TNI menjadi hunian yang lebih kokoh dan layak.
Tak kuasa menahan haru, Sajimin berkaca-kaca menyaksikan rumah yang selama ini hanya bisa diimpikannya perlahan berubah menjadi kenyataan.
Bukan tanpa alasan. Selama puluhan tahun, Sajimin harus bertahan di rumah dengan kondisi memprihatinkan. Dinding papan mulai lapuk dan keropos, sementara atap yang bocor membuat air hujan kerap masuk ke dalam rumah.
Kondisi ekonomi yang serba terbatas membuat keinginan memperbaiki rumah tersebut sulit diwujudkan.
Sehari-hari, Sajimin bekerja sebagai buruh harian lepas dengan merawat sapi milik orang lain. Penghasilan yang diperolehnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan istri, anak, dan menantunya.
Bahkan, untuk mencukupi kebutuhan makan sehari-hari, ia mengaku masih harus berjuang keras.
“Ulun ini orang kecil. Saya mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang masih peduli kepada saya. Rumah saya dibongkar dan diganti yang baru,” ungkap Sajimin dengan penuh haru.
Menurutnya, selama kurang lebih 35 tahun menempati rumah tersebut, belum pernah ada perubahan berarti pada kondisi bangunannya.
“Sudah sekitar 35 tahun belum ada perubahan sama sekali. Alhamdulillah, sekarang dibantu bapak-bapak TNI. Saya tidak bisa membantu apa-apa, hanya bisa mendoakan semoga semuanya sukses,” tuturnya.
Di Balik Kebahagiaan, Sang Istri Tengah Berjuang Melawan Sakit
Namun, di balik kebahagiaan mendapatkan rumah baru, Sajimin ternyata tengah menghadapi ujian yang tidak ringan.
Sang istri sedang sakit dan dijadwalkan menjalani operasi pada bagian kaki. Kondisi tersebut membuat pikirannya tidak tenang.
Di satu sisi, ia bersyukur karena rumahnya kini dibangun kembali. Namun di sisi lain, ia terus memikirkan kondisi kesehatan istrinya.
“Ya senang, ya susah. Susahnya ibunya kena musibah, senangnya ulun rumahnya diganti baru sama bapak-bapak TNI,” ucapnya.
Ungkapan sederhana itu menggambarkan betapa berat perjuangan hidup yang tengah dijalaninya.
Meski demikian, bantuan pembangunan rumah dari prajurit TNI menjadi penghibur sekaligus penyemangat bagi Sajimin untuk terus menghadapi berbagai kesulitan.
Dansatgas TMMD: Bukan Sekadar Renovasi, tetapi Membangun Kembali Rumah Warga

Sementara itu, Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 1009/Tanah Laut, Letkol Inf Adhy Irawan, menegaskan bahwa program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) merupakan salah satu sasaran fisik TMMD yang diharapkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, pembangunan rumah Sajimin menjadi salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap warga yang membutuhkan hunian lebih aman dan nyaman.
“Selain pengerasan jalan atau pembukaan akses, kita sekarang berada di sasaran Rumah Tidak Layak Huni. Rumah yang berada di belakang saya ini awalnya kondisinya sangat memprihatinkan,” jelasnya.
Ia mengatakan, rumah tersebut sebelumnya masih berbahan papan dan kondisinya sudah tidak layak untuk ditempati.
Kondisi hunian yang buruk, lanjutnya, tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan dan kondisi psikologis penghuninya.
“Tentunya apabila rumah sudah tidak layak huni, itu berpengaruh kepada moril, kesehatan, maupun kondisi orang yang menghuni rumah tersebut,” katanya.
Karena itu, melalui program TMMD, pihaknya tidak hanya melakukan perbaikan ringan, melainkan membangun kembali rumah tersebut agar lebih layak ditempati.
“Kami melaksanakan bukan renovasi, tetapi membangun kembali rumah yang tidak layak huni tersebut sehingga bisa digunakan dan layak untuk ditinggali,” tegasnya.
TMMD Hadir Membawa Harapan Baru
Bagi Sajimin, pembangunan rumah tersebut menjadi anugerah yang tak ternilai. Setelah puluhan tahun hidup dalam keterbatasan, kini ia memiliki harapan untuk menikmati tempat tinggal yang lebih baik bersama keluarga.
Kehadiran prajurit TNI melalui program TMMD ke-130 bukan hanya menghadirkan perubahan pada bangunan rumah, tetapi juga memberikan semangat baru bagi keluarga kecilnya.
Di tengah kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan sang istri, Sajimin setidaknya memiliki satu beban yang mulai terangkat: impian memiliki rumah layak huni yang selama ini terasa begitu jauh.
Sebab, bagi Sajimin, rumah baru itu bukan sekadar tempat berteduh. Di setiap dinding yang dibangun, tersimpan rasa syukur, doa, dan harapan untuk kehidupan keluarganya yang lebih baik. (Ben)
