PELAIHARI NEWS– Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara resmi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Tanah Laut Tahun 2026. Kegiatan strategis yang dilaksanakan di Algoritma Resto pada Selasa (7/7/2026) ini menjadi bukti nyata komitmen pemkab dalam mengawal kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Acara yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Tanah Laut, H. Muhammad Zazuli, ini menjadi forum krusial lintas sektor dalam menyatukan langkah dan memperkuat kolaborasi guna mempercepat penurunan angka stunting di Bumi Tuntung Pandang. Melalui rakor ini, seluruh pemangku kepentingan aktif melakukan evaluasi mendalam sekaligus merumuskan solusi atas berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.
Kepala DP3AP2KB Kabupaten Tanah Laut, Maria Ulfah, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan rakor ini merupakan wujud nyata dari komitmen berkelanjutan Pemkab Tanah Laut. “Rakor ini menjadi momentum penting untuk mengakselerasi percepatan pencegahan dan penurunan stunting melalui penguatan sinergi serta konvergensi lintas sektor dari tingkat kabupaten hingga ke desa,” ungkapnya.
Menyikapi tantangan prevalensi stunting yang tercatat sebesar 22,5 persen berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), pemerintah daerah justru semakin gencar dan konsisten melakukan pemantauan berkala. Salah satunya dengan mengoptimalkan basis data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) sebagai fondasi utama dalam evaluasi dan penajaman arah kebijakan agar selalu tepat sasaran.
Lebih lanjut, Maria Ulfah menjelaskan bahwa program percepatan penurunan stunting ini melibatkan total 31 indikator layanan yang diintegrasikan secara padu oleh berbagai perangkat daerah. Langkah intervensi komprehensif ini didukung penuh secara lintas sektor, mulai dari Dinas Kesehatan yang memegang tanggung jawab sektor kesehatan, DP3AP2KB, Dinas PUPR, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, hingga Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan sesuai tupoksi masing-masing.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Wakil Bupati HM Zazuli menegaskan bahwa tahun 2026 merupakan momentum penting untuk memperkuat langkah strategis yang berkesinambungan.
“Penurunan stunting ini bukan sekadar mengejar capaian statistik semata, melainkan merupakan investasi jangka panjang untuk memastikan lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di Tanah Laut,” tegas Zazuli.
Wakil Bupati juga menggarisbawahi bahwa kunci utama keberhasilan gerakan ini terletak pada kolaborasi yang solid dari seluruh pihak. Beliau meminta seluruh perangkat daerah untuk terus memperkuat sinkronisasi program, mengoptimalkan intervensi spesifik maupun sensitif, serta mendongkrak peran strategis Tim Pendamping Keluarga (TPK) hingga ke tingkat desa guna mengawal keluarga berisiko secara langsung.
Selain itu, HM Zazuli mengingatkan pentingnya menjaga validitas dan integrasi data demi efektivitas pelaksanaan aksi konvergensi stunting di daerah, sehingga semua pihak dapat bergerak harmonis tanpa adanya ego sektoral.
Rakor strategis ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Kalimantan Selatan, serta DP3AKB Provinsi Kalimantan Selatan. Materi yang dibahas mencakup perkembangan stunting di daerah, implementasi kebijakan nasional dan provinsi, hingga sinergi pembinaan dan evaluasi kinerja TPPS.
Menutup sambutannya, Wakil Bupati secara resmi membuka Rapat Koordinasi TPPS Kabupaten Tanah Laut Tahun 2026 dan mengajak seluruh peserta rakor—yang terdiri atas unsur perangkat daerah, camat, kepala puskesmas, serta penyuluh keluarga berencana—untuk memanfaatkan forum tersebut sebagai wadah diskusi secara terbuka. Dengan mengidentifikasi berbagai permasalahan riil di lapangan, diharapkan rakor ini mampu merumuskan solusi konkret demi mewujudkan Kabupaten Tanah Laut yang semakin sehat dan bebas dari stunting. (Red)
