PELAIHARI NEWS – Menghadapi peralihan musim menuju kemarau, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut bergerak cepat memperkuat sinergi lintas sektoral. Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, memimpin langsung Apel Kesiapsiagaan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 yang digelar di halaman Stadion Pertasi Kencana Pelaihari, Rabu (3/6/2026).
Apel krusial ini turut dipimpin bersama Dandim 1009/Tanah Laut Letkol Inf Adhy Irawan dan Wakapolres Tala. Usai pelaksanaan apel, jajaran pimpinan daerah tersebut langsung melakukan inspeksi mendalam terhadap kesiapan personel serta armada penanggulangan karhutla dari berbagai instansi, relawan, hingga sektor swasta.
Deteksi Dini dan Buang Ego Sektoral
Dalam arahannya, H. Rahmat Trianto menekankan bahwa bencana tidak dapat diprediksi secara pasti, sehingga kesiapsiagaan sarana, prasarana, dan personel harus dipastikan 100 persen. Terlebih, Kabupaten Tanah Laut memiliki wilayah yang sangat luas, menempati posisi keempat terbesar di Kalimantan Selatan dengan luas mencapai kurang lebih 363.000 hektar.
”Sekitar 132.000 hektar merupakan kawasan hutan, baik hutan lindung maupun produksi. Selain itu, ada kawasan perkebunan dan pertanian. Total ada kurang lebih 264.000 hektar yang rawan bencana kebakaran, baik karena pembukaan lahan maupun lahan baku sawah yang mulai mengering akibat kemarau. Ini yang harus kita siagakan,” ujar H. Rahmat Trianto.
Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari instansi vertikal, TNI/Polri di tingkat kecamatan (Danramil dan Kapolsek), kepala desa, hingga barisan relawan—untuk berkolaborasi tanpa batas.
”Saya harapkan seluruh lapisan masyarakat memberikan informasi atau laporan sekecil apa pun untuk deteksi dini agar tidak menjadi bencana yang lebih luas. Manfaatkan fasilitas dan alat yang ada secara maksimal, tingkatkan dinamika di lapangan seperti pemetaan sumber air dan kesiapan pompa. Yang terpenting, tidak ada ego sektoral. Jangan membeda-bedakan lahan perusahaan atau masyarakat, kalau ada api segera padamkan bersama,” tegas Bupati seraya menyampaikan apresiasi tinggi kepada BPBD Tala, TNI, Polri, Manggala Agni, dan pihak perusahaan.
BPBD Tala Siagakan Personel 24 Jam dan Petakan Titik Rawan
Sementara itu, seusai apel, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Laut, Aspi Setia Rahman, menyatakan bahwa pihaknya terus menyiagakan personel penuh selama 24 jam di posko-posko siaga.
”Untuk mengantisipasi musim kemarau, penanganan karhutla lebih kita intensifkan. Setiap regu kami siapkan 6 sampai 7 orang personel yang siaga penuh,” jelas Aspi.
Terkait kekuatan armada dan dukungan di lapangan, BPBD Tala mencatat penguatan yang signifikan dari sektor relawan dan pemadam kebakaran:
- Sinergi Relawan: Sebanyak 22 lembaga relawan telah berhasil dirangkul dan siap bergerak.
- Kesiapan Damkar: Seluruh sektor pemadam kebakaran di tingkat kecamatan telah disiagakan.
- Armada BPBD: Menyiagakan 4 unit armada roda empat (R4) dan 3 unit kendaraan roda dua (R2) khusus untuk kebutuhan cek lapangan (ground checking) jika terdeteksi adanya titik panas (hotspot).
Mengenai zonasi wilayah, BPBD Tanah Laut juga telah memetakan sejumlah wilayah yang mendapatkan perhatian khusus dan pengawasan intensif berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya. Kecamatan Bati-Bati, Tambang Ulang, Kurau, Bumi Makmur, dan Panyipatan tercatat sebagai wilayah yang paling dicermati dari potensi kerawanan karhutla tahun ini. (Ben)
