Keterangan : Kadisdik Tala Myrza Fazrina berkerudung
PELAIHARI NEWS– Estafet kepemimpinan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tanah Laut resmi berganti. Myrza Fazrina, S.T., M.T., resmi menjabat sebagai Kepala Disdikbud definitif setelah dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, di Balairung Tuntung Pandang, Pelaihari, Senin (19/1/2026).
Pelantikan Myrza dilakukan bersama empat Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut. Acara tersebut turut disaksikan oleh Wakil Bupati HM Zazuli, Sekretaris Daerah Ismail Fahmi, serta jajaran kepala SKPD dan Camat se-Kabupaten Tanah Laut.
Myrza Fazrina, yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud sekaligus Kepala Bidang Pembinaan SD, mengakui bahwa jabatan baru ini merupakan tanggung jawab yang besar.
“Ini amanah yang luar biasa berat. Perlu adanya komitmen dan dukungan bersama dari semua stakeholder serta masyarakat untuk memajukan pendidikan di Tanah Laut,” ujar Myrza usai prosesi pelantikan.
Menjawab Atensi Bupati: Fokus Infrastruktur
Dalam sambutannya, Bupati H. Rahmat Trianto memberikan instruksi khusus kepada Kadisdikbud yang baru, terutama terkait peningkatan serta perbaikan sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan.
Menanggapi hal tersebut, Myrza menegaskan bahwa perbaikan sarpras memang menjadi prioritas utama. Pihaknya telah melakukan pendataan mendalam sejak ia masih menjabat sebagai Kepala Bidang.
“Sejak awal, kami melihat kondisi sarpras memang memprihatinkan. Namun, berkat perhatian besar dari Bapak Bupati yang memberikan alokasi anggaran lebih, kami optimis kualitas bangunan sekolah akan jauh lebih baik hingga masa jabatan beliau berakhir,” tegasnya.
Prioritas Daerah Terpencil: Dari Riam Adungan hingga Pantai Harapan
Pemerataan kualitas pendidikan menjadi fokus Myrza, khususnya bagi sekolah-sekolah yang berada jauh dari pusat kota Pelaihari. Beberapa wilayah yang menjadi atensi khusus antara lain:
• Kecamatan Kintap: Meliputi Desa Riam Adungan dan Desa Salaman.
• Kecamatan Bumi Makmur: Khususnya di Desa Pantai Harapan.
“Di Desa Riam Adungan, kami masih punya banyak PR. Saat ini yang sudah teralokasi adalah SDN 2 Riam Adungan dan SDN 2 Salaman,” jelas Myza.
“Kalau untuk yang lainnya masih berproses. Begitu juga halnya dengan sekolah SDN di Pantai Harapan,” tambahnya.
Ia juga menambahkan bahwa untuk sekolah swasta (khususnya PAUD), mekanisme bantuan harus melalui proses hibah yang ketat secara administrasi, di mana pengajuan harus masuk satu tahun sebelumnya dalam Rencana Kerja (Renja).
Inovasi “SMS” dan Peraturan Bupati
Selain fokus pada fisik bangunan, Myrza berencana memperkuat payung hukum inovasi yang telah berjalan, yaitu SMS (Swakelola Marhab Sekolah). Program ini merupakan sistem swakelola perbaikan sekolah yang sudah dijalankan sejak 2024.
“Kami akan segera memproses Peraturan Bupati (Perbup) terkait SMS ini agar secara administrasi lebih kuat dan resmi menjadi inovasi unggulan Disdikbud Tanah Laut ke depannya,” pungkasnya. (Ben)
