PELAIHARI NEWS– Komitmen Polres Tanah Laut (Tala) dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya kembali dibuktikan. Dipimpin langsung oleh Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., jajaran kepolisian menggelar press conference sekaligus pemusnahan barang bukti narkotika di Joglo Wicaksana Laghawa Mapolres Tala, Selasa (17/3).
Dalam paparannya, Kapolres mengungkapkan bahwa Satresnarkoba Polres Tala berhasil mengungkap 14 kasus narkotika dalam periode singkat, yakni 1 Februari hingga 7 Maret 2026. Dari belasan kasus tersebut, polisi mengamankan 20 tersangka yang terdiri dari 19 laki-laki dan 1 perempuan.
Total Barang Bukti dan Nilai Ekonomis
Pihak kepolisian berhasil menyita sejumlah aset dan barang haram yang jika dikonversi memiliki nilai yang fantastis. Berikut rinciannya:
- Narkotika: Sabu dengan berat bersih 656,59 gram.
- Uang Tunai: Rp12.000.000.
- Kendaraan: 1 unit mobil Avanza dan 8 unit sepeda motor.
Kasatres Narkoba, Iptu M. Firmansyah Baso, S.Tr.K., M.H., menambahkan bahwa khusus memasuki bulan suci Ramadan (19 Februari – 7 Maret), pihaknya berhasil mengamankan 594,84 gram sabu dari 10 tersangka.
”Dengan asumsi konsumsi 0,20 gram per orang, barang bukti yang kami amankan ini berhasil menyelamatkan sekitar 16.250 jiwa dari bahaya narkotika. Nilai ekonomis barang bukti tersebut diperkirakan mencapai Rp820.000.000,” jelas Iptu Firmansyah.
Profil Tersangka: Didominasi Usia Produktif
Data kepolisian menunjukkan tren yang cukup memprihatinkan dari sisi demografi tersangka:
- Pendidikan: Mayoritas berpendidikan rendah (tidak lulus SD/SMP), meski terdapat 2 tersangka lulusan perguruan tinggi.
- Pekerjaan: Sebagian besar tidak memiliki pekerjaan tetap atau bekerja serabutan.
- Usia: Rata-rata berada di rentang 20 hingga 35 tahun.
Saat ini, 9 perkara masih dalam tahap penyidikan, sementara 5 perkara lainnya telah memasuki Tahap I.
Pemusnahan dan Pesan Kapolres
Acara puncaknya adalah pemusnahan sabu seberat 648,77 gram. Di sela kegiatan, Kapolres Ricky Boy Siallagan memberikan imbauan keras kepada masyarakat agar tidak sekali-kali menyentuh barang haram tersebut.
”Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya orang tua dan tokoh masyarakat, untuk meningkatkan kewaspadaan. Jangan pernah mencoba atau terlibat, karena dampaknya merusak masa depan,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa peran keluarga adalah benteng utama. Masyarakat diminta tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar demi mewujudkan Tanah Laut yang bersih dari narkoba. (Ben)
