PELAIHARI NEWS– Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) melaksanakan panen raya jagung serentak di Desa Ambungan, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kamis (8/1/2026).
Kegiatan panen raya ini dihadiri oleh Wakapolda Kalsel beserta jajaran, serta sejumlah pejabat dan unsur Forkopimda, di antaranya Gubernur Kalimantan Selatan yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Wakil Ketua Komisi II DPRD Tanah Laut, Kasrem Kolonel Kav Soleh, Danlanud Syamsudin Noor yang diwakili Kasi Bakti Mayor Kes dr. Ika Nindya Wati, serta Danlanal Banjarmasin yang diwakili Pasiter Kapten Laut (P) Setiawan.
Turut hadir Kepala Divisi Regional Kalseltengbar PT Inhutani, Wakil Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tanah Laut Barak Muhammad Kusri, Kapolres Tanah Laut beserta jajaran, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia dan Tani Merdeka Kabupaten Tanah Laut, serta tamu undangan lainnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan nasional yang dipimpin langsung oleh Kapolri secara virtual dan diikuti seluruh jajaran Polda se-Indonesia.
Dalam panen raya kali ini, tercatat luas lahan yang dipanen mencapai 44 hektar yang tersebar di 13 wilayah hukum Polres di Kalimantan Selatan. Estimasi total hasil panen diprediksi mencapai 128 ton jagung.

Wakapolda Kalsel, Brigjen Pol Golkar Pangarso Rahardjo Winarsadi mengatakan, meskipun terus mengalami peningkatan produksi setiap kuartal, hasil panen saat ini baru mampu memenuhi sekitar 20 hingga 25 persen kebutuhan lokal di Kalimantan Selatan. Untuk menekan defisit tersebut, Polda Kalsel telah menyusun rencana ekspansi besar-besaran.
“Rencana perluasan ada untuk penanaman kuartal kedua tahun 2026 ini. Kami akan melakukan perluasan sekitar 3.700 hektar lahan yang dikerjasamakan dengan Inhutani,” ujar wakapolda.
Kabupaten Tanah Laut dipilih sebagai fokus utama pengembangan karena karakteristik tanahnya yang sangat cocok sebagai sentra tanaman jagung. Selain itu, dikembangkan pula inovasi penanaman jagung di lahan basah, seperti yang dilakukan di wilayah Pal 17, bekerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Pemerintah Daerah, dan TNI.
Guna menjaga kesejahteraan petani, Kapolda Kalsel juga telah menyiapkan kebijakan pengendalian harga saat musim panen tiba. Langkah strategis ini melibatkan pihak eksternal seperti Bulog serta pihak internal melalui Puskopol dan Keluarga Besar Putra Putri Polri.
“Kami berupaya membuat harga jagung ini stabil dan menguntungkan bagi masyarakat dengan cara membeli hasil panen sesuai harga yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Selain intervensi harga, Polda Kalsel juga membangun empat unit mesin pengering (dryer). Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas jagung pascapanen, sehingga nilai jual di pasar tetap tinggi meski dalam kondisi cuaca yang kurang mendukung. (Ben)
