PELAIHARI NEWS– Kemeriahan luar biasa mewarnai acara Penutupan Islamic Expo Tanah Laut 2026 yang berlangsung di Halaman Stadion Pertasi Kencana, Pelaihari, pada Minggu malam (21/6/2026). Acara berskala besar yang baru pertama kali dilaksanakan di Pulau Kalimantan ini sukses menarik perhatian ribuan warga sekaligus menjadi motor penggerak roda perekonomian masyarakat.
Wakil Bupati Tanah Laut, H.M. Zazuli, secara resmi menutup gelaran yang berlangsung selama enam hari tersebut. Event akbar ini diinisiasi oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tanah Laut bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1448 Hijriyah.
Capaian Luar Biasa: Transaksi Ekonomi Samai Tanah Laut Expo 2024
Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana, Ustad Zamzuri, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran dan kesuksesan acara. Salah satu indikator kesuksesan besar ini terlihat dari perputaran uang yang terjadi di area pameran dan pasar malam.
“Alhamdulillah, transaksi yang terjadi selama enam hari hingga sore ini sudah mencapai 1,9 miliar rupiah. Dan insyaallah malam ini akan bertambah di angka 2 miliar ke atas.” ujar Ustad Zamzuri.
Pihak panitia pun berharap agar kegiatan positif yang berdampak luas bagi masyarakat ini dapat terus dilanjutkan dan mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tanah Laut beserta para stakeholder pada tahun-tahun mendatang.
Rangkaian Acara Pertama di Kalimantan
Islamic Expo Tanah Laut 2026 mencetak sejarah dengan menghadirkan berbagai kegiatan inovatif yang belum pernah dilaksanakan sebelumnya di Pulau Kalimantan. Rangkaian acara tersebut di antaranya:
●Pameran Pendidikan Islam: Diikuti oleh 8 pondok pesantren di Kabupaten Tanah Laut yang menampilkan perkembangan pendidikan, seni, dan budaya Islami.
●Islamic Fashion Show & Liga Santri: Dua ajang bergengsi yang pertama kali diadakan untuk tingkat regional.
●Pawai Obor & Festival Maulid: Pawai obor perdana oleh Pemkab Tanah Laut serta Festival Maulid Nabi yang diikuti oleh 14 grup.
●Bazar UMKM & Pasar Malam: Fasilitas dari Dispora yang menjadi pusat perputaran ekonomi bagi para pedagang kaki lima dan pelaku usaha lokal.
Sisi hiburan juga dikemas secara kreatif dan tetap religius. Grup pop lokal The Friends sengaja mengubah identitas mereka menjadi Al-Asdiqa demi tampil bernuansa Islami. Begitupun musisi Ipung yang sukses mengiringi Islamic Fashion Show dengan aransemen musik modern yang sejuk dan menenangkan.
Apresiasi Wakil Bupati: Momentum Kebangkitan Ekonomi Umat
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tanah Laut, H.M. Zazuli, menyatakan rasa bangganya atas keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pesantren, komunitas pemuda, hingga pelaku UMKM lokal. Menurutnya, ramainya stan UMKM menjadi bukti nyata bahwa kegiatan keagamaan bisa berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Islamic Expo ini membuktikan bahwa peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya dimaknai sebagai seremoni pergantian tahun, tetapi juga sebagai momentum memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah, menumbuhkan kreativitas, serta menggerakkan ekonomi umat,” ungkap H.M. Zazuli.
Secara resmi, Wakil Bupati kemudian menutup jalannya acara. “Dengan mengucapkan Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, Islamic Expo Tahun 2026 dalam rangka menyambut 1 Muharram 1448 Hijriyah, malam ini Minggu 21 Juni 2026, secara resmi saya nyatakan ditutup,” ucapnya.
Penutupan yang Semarak dan Syahdu
Malam penutupan ini diakhiri dengan prosesi penyerahan trofi dan hadiah kepada para pemenang berbagai lomba, seperti lomba fashion show dan Liga Santri.
Suasana halaman Stadion Pertasi Kencana semakin memuncak ketika munsyidah (penyanyi religi) kelas nasional, Alma Esbeye, naik ke atas panggung. Alunan solawat dan lagu-lagu religi yang dibawakannya sukses menghibur dan memukau ribuan warga Tanah Laut yang memadati lokasi acara hingga selesai. (Ben)
