PELAIHARI NEWS— Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-48 Tingkat Kabupaten Tanah Laut (Tala) resmi dibuka oleh Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, di lapangan Ponpes Nur Hasyim, Kelurahan Karang Taruna, Pelaihari, Senin (21/9/2026) malam.
Pembukaan ajang syiar Islam tahunan ini ditandai dengan pemukulan beduk oleh Bupati yang disaksikan unsur Forkopimda, para kafilah, serta tamu undangan. Acara dilanjutkan dengan penyerahan piala bergilir dari Kecamatan Bajuin yang merupakan juara umum pada MTQN ke-47 tingkat kabupaten sebelumnya.
Sebanyak 526 peserta dari 11 kecamatan se-Kabupaten Tanah Laut dipastikan berlaga pada 9 cabang musabaqah dan 25 golongan. Kompetisi ini dijadwalkan berlangsung hingga 23 September 2026 yang tersebar di 14 venue, meliputi masjid, pondok pesantren, sekolah, hingga panggung Pasar Lawas Nol Kilometer, termasuk rangkaian pawai taaruf yang telah digelar pada sore harinya.
Dalam sambutannya, Bupati H. Rahmat Trianto menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan atau seremonial belaka, melainkan gerakan bersama untuk membumikan Al-Qur’an di Bumi Tuntung Pandang.
“MTQ ini merupakan bagian dari syiar agama kita untuk menunjukkan indahnya Al-Qur’an. Kita ingin mendorong minat membaca, memahami, dan mencintai Al-Qur’an, terutama di kalangan generasi muda di tengah arus digitalisasi,” ujar Rahmat.
Secara khusus, Bupati memberikan motivasi dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kafilah yang akan bertanding.
“Saya ucapkan selamat berlomba, selamat bertanding, jaga sportivitas semuanya. Anda adalah orang-orang terpilih, bukan hanya terpilih di masyarakat, tapi orang-orang yang dipilih oleh Allah. Sering saya katakan tidak semua orang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, bahkan kita beragama Islam pun belum tentu bisa membaca Al-Qur’an. Maka bersyukurlah, apalagi anak-anak dan adik-adik kita yang diberikan kemampuan menghafal ayat demi ayat lantunan Al-Qur’an tersebut,” tuturnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pembinaan bakat-bakat baru agar kontingen Tanah Laut mampu bersaing dan mengukir prestasi terbaik di tingkat provinsi maupun nasional.
“Penduduk Tanah Laut 98,2 persen beragama Islam dari total 378.200 jiwa. Harusnya kita bisa mencetak generasi penerus yang menyeimbangi kabupaten lain yang selama ini mendominasi di tingkat provinsi,” tambahnya.
Bupati menitipkan pesan kepada para dewan hakim dan panitia untuk menjunjung tinggi profesionalisme serta objektivitas dalam penilaian, tanpa memandang unsur kesukuan atau kekeluargaan.
Dukungan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut terhadap pelaksanaan MTQ tahun ini mendapat apresiasi dari para kafilah. Pemerintah daerah tidak hanya menyiapkan piagam penghargaan dan uang pembinaan, tetapi juga mengalokasikan hadiah umrah bagi para juara.
“Alhamdulillah, Tanah Laut luar biasa dalam mendukung kegiatan keagamaan. Tahun ini bahkan ada bonus hadiah umrah untuk sembilan orang pemenang. Mudah-mudahan ada dari kafilah kami yang meraihnya,” ungkap Helman, Official Kafilah Kecamatan Kintap.
Usai membuka acara secara resmi, Bupati beserta rombongan turut meninjau stan bazar MTQ yang berada di area lokasi kegiatan. Kehadiran perhelatan ini membawa angin segar bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Mama Novi, salah satu pedagang di stan bazar, mengaku sangat terbantu dengan adanya gelaran MTQ ke-48 ini. Menurutnya, fasilitas stan hingga penerangan disediakan secara gratis oleh panitia.
“Alhamdulillah, adanya event seperti ini sangat membantu kami para pedagang kecil. Pasaran sedang sepi, begitu ada acara ramai seperti ini omzet kami naik, rasanya seperti dapat gajian,” tutur Mama Novi dengan sumringah. Ia berharap pemerintah daerah dapat lebih sering menggelar event-event serupa di masa mendatang. (Ben)
