PELAIHARI NEWS – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut resmi meluncurkan program RAZAWALI (Rahmat dan Zazuli Menjawab Langsung Ditanggapi) di LPPL Radio Tuntung Pandang, Senin (30/6/2025).
Program ini dirancang untuk menjembatani komunikasi langsung antara masyarakat dan pimpinan daerah, yakni Bupati H Rahmat Trianto dan Wakil Bupati HM Zazuli.
“Dengan program ini kita bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat meskipun tanpa tatap muka,” ujar H Rahmat.
Bersama pogram RAZAWALI, masyarakat bisa menyampaikan pertanyaan tentang infrastruktur, pelayanan publik dan hal lainnya secara langsung lewat hotline 0811-5012-304.
Tak hanya bupati dan wakil bupati, seluruh kepala SKPD juga dilibatkan untuk menanggapi langsung isu-isu teknis yang berkaitan dengan layanan publik.
Program ini dijadwalkan tayang setiap hari Jumat di akhir bulan, pukul 09.00–10.00 WITA, secara langsung melalui siaran LPPL Radio Tuntung Pandang.
Dalam sesi peluncuran hari ini, Bupati H Rahmat langsung merespons sejumlah pertanyaan dari warga. Seorang pedagang pentol bernama Rizki yang mau berjualan di kawasan Kantor Disdukcapil Tanah Laut.
Ia bertanya, bagaimana caranya mengurus izin untuk berjualan di kawasan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tanah Laut yang berdampingan dengan Stadion Pertasi Kencana, karena sempat ada larangan untuk berjualan di kawasan tersebut.
“Karena saya berjualan pagi sampai sore saja pak disana, supaya bisa berjualan gimana solusinya? Soalnya saya sempat ditegur Satpol PP,” ungkap Rizki.
H Rahmat menjelaskan, bahwa tidak ada larangan untuk berjualan di kawasan tersebut. Hanya saja, tempat mangkalnya yang perlu diperhatikan.
“Jadi bapak tidak ada larangan berjualan di kawasan Pertasi Kencana, jadi pian bisa berjualan di halaman yang luas itu, dan saya sarankan tidak mepet ke kawasan kantor dinas karena disitu sudah masuk wilayah perkantoran,” jelas Bupati.
Rizki juga meminta, agar SATPOL PP Tanah Laut menunjukkan titik-titik yang diizinkan untuk berjualan.
“Supaya saya tidak ditegur lagi pak, gaenak juga saya kalau ditegur. Dari kemarin sudah mencari solusinya, ingin silaturahmi dengan bapak langsung tapi kami ini cuman rakyat kecil,” katanya lagi.
H Rahmat menyambut dengan hangat. Ia senang dengan interaksi itu dan menjelaskan beberapa alasan Stadion Pertasi Kencana dibuka untuk umum.
“Saya menghidupkan stadion itu dan dibuka untuk umum untuk menghidupkan perputaran ekonomi untuk orang-orang seperti pian ini. Nanti kita sama-sama cari solusinya supaya bisa berjualan dengan tertib dan menjaga kebersihan,” ujar H Rahmat.
Kepala SATPOL PP Tanah Laut, Kusri ikut menjawab dan menjelaskan bahwa ia dan Rizki sudah sering berkoordinasi masalah ini, ia menegaskan tidak ada larangan berjualan di kawasan Pertasi Kencana.
“Hanya saja jangan mepet ke kantor Capil karena disitu tempat parkir, jadi kemarin sudah kami arahkan untuk berjualan di depan Stadion Pertasi,” ujar Kusri.
Program RAZAWALI diharapkan menjadi kanal penyampaian aspirasi yang solutif, sekaligus mempererat kedekatan antara pemerintah dan masyarakat Tanah Laut.
