PELAIHARI NEWS – Bupati Tanah Laut (Tala) H. Rahmat Trianto menegaskan bahwa penanganan bencana banjir tidak bisa lagi dilakukan secara sementara dengan hanya menyalurkan bantuan logistik. Menurutnya, masyarakat membutuhkan solusi nyata dan berkelanjutan agar banjir tahunan yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tala dapat diminimalkan dampaknya.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Rahmat Trianto saat kegiatan coffee morning bersama jajaran terkait di Gedung Sarantang Saruntung, Selasa (6/1/2026).
Mengawali arahannya, Bupati menyoroti banjir yang kembali terjadi di beberapa kecamatan. Ia menilai banjir di Tala merupakan bencana tahunan yang seharusnya dihadapi dengan kesiapsiagaan serta perencanaan jangka panjang, bukan sekadar penanganan sesaat.
“Apakah kita cukup hanya memberi bantuan lalu selesai? Tidak. Masyarakat sekarang semakin kritis dan membutuhkan solusi yang nyata,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama instansi terkait telah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik rawan banjir. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya percepatan rehabilitasi, termasuk perbaikan alur sungai, pintu air, serta penanganan kawasan hulu dan hilir sungai, khususnya di wilayah Kurau, Bati-Bati, dan sekitarnya.
Bupati juga menyoroti kondisi permukiman warga yang berada di atas rawa dan kawasan persawahan yang hampir setiap tahun terdampak banjir. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan penanganan yang terencana dan berkelanjutan agar tidak terus menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Rahmat Trianto menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor di lapangan, terutama dalam pendistribusian bantuan logistik agar tepat sasaran. Ia meminta BPBD, Dinas Sosial, camat, hingga aparat desa untuk aktif berkoordinasi dengan RT serta masyarakat setempat.
Selain bantuan logistik, Bupati juga meminta kesiapan tim kesehatan, pengamanan, dan sarana transportasi evakuasi. Ia mengingatkan agar pemerintah daerah menyiapkan lokasi pengungsian alternatif yang layak serta memastikan keberlangsungan pendidikan anak-anak yang terdampak banjir tetap berjalan.
Tak hanya fokus pada penanganan bencana, Bupati Rahmat turut menyoroti realisasi anggaran perangkat daerah. Ia menegaskan bahwa seluruh kegiatan telah direncanakan sejak awal, sehingga rendahnya serapan anggaran tidak boleh lagi disebabkan oleh lemahnya perencanaan atau buruknya koordinasi.
“Kalau realisasi anggaran tidak maksimal, berarti ada yang salah. Bisa perencanaannya kurang matang, koordinasinya lemah, atau terlalu takut mengambil keputusan. Ini tidak boleh terjadi lagi di 2026,” ujarnya.
Ia pun mendorong seluruh perangkat daerah untuk berani berinovasi dan tidak terjebak pada pola kegiatan yang monoton. Menurutnya, setiap program yang dibiayai oleh anggaran daerah harus memberikan dampak nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Anggaran ini adalah uang rakyat. Jangan hanya menggugurkan kewajiban, tetapi pastikan program itu relevan dan bermanfaat,” katanya.
Menutup arahannya, Bupati Rahmat Trianto mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk tetap solid, profesional, serta menjaga integritas dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.
“Banjir ini ujian yang datang hampir setiap tahun. Tugas kita adalah terus mencari solusi dan memastikan masyarakat terlindungi. Mari jalani amanah ini dengan kebersamaan dan tanggung jawab,” pungkasnya.
