PELAIHARI NEWS – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Tanah Laut resmi memperkenalkan inovasi daerah bertajuk “SIAP MELAUT” (Selesaikan Izin dan Administrasi Pelayaran Melaut Legal, Aman, untuk Tangkap). Inovasi ini hadir sebagai solusi konkret atas berbagai kendala klasik yang dihadapi ribuan nelayan di Bumi Tuntung Pandang.
Kepala DKPP Tanah Laut, Muhammad Kusri, menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan model pelayanan publik sektor perikanan tangkap yang terintegrasi lintas sektoral. Langkah ini diambil mengingat kompleksitas perizinan yang selama ini melibatkan kewenangan lintas provinsi hingga pusat.
Kabupaten Tanah Laut memiliki potensi kelautan yang besar dengan garis pantai sepanjang ±175,93 km dan lebih dari 2.800 kapal nelayan yang menggantungkan hidup di sana. Namun, para nelayan kerap terbentur masalah dokumen kapal, rendahnya pemahaman regulasi, hingga sulitnya akses BBM subsidi.
“Kondisi tersebut berdampak pada tingginya biaya operasional dan risiko kecelakaan di laut,” ujar Muhammad Kusri dalam paparannya pada Rapat Kerja bersama Komisi II DPRD Tanah Laut, Senin (2/2/26).
Melalui SIAP MELAUT, DKPP berperan sebagai leading sector untuk memfasilitasi berbagai layanan dalam satu pintu, antara lain:
• Pemeriksaan kelayakan kapal, alat tangkap, dan standar keselamatan.
• Verifikasi dan pendampingan legalitas dokumen kapal perikanan.
• Fasilitasi akses BBM bersubsidi (solar) agar lebih tepat sasaran melalui koordinasi dengan BPH Migas dan PT Pertamina.
• Pelatihan keselamatan serta fasilitasi Sertifikat Kecakapan Nelayan (SKN).
• Akses perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan dan bantuan permodalan.
Inovasi ini disambut baik oleh Komisi II DPRD Kabupaten Tanah Laut. DPRD menilai SIAP MELAUT mampu menjawab kebutuhan riil nelayan sekaligus menyederhanakan birokrasi yang selama ini dianggap rumit.
Sebagai tindak lanjut, DPRD mendorong penguatan regulasi dan penganggaran, serta pembentukan Nota Kesepahaman (MoU) dengan kementerian terkait, seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kementerian Perhubungan.
“Kami berharap SIAP MELAUT tidak hanya menjadi solusi lokal, tetapi bisa menjadi best practice nasional untuk mewujudkan nelayan yang legal, aman, dan sejahtera,” pungkas Muhammad Kusri.
Program ini juga merupakan bagian dari 25 Program Unggulan Daerah yang selaras dengan visi Bupati H. Rahmat Trianto dan Wakil Bupati H. Muhammad Zazuli dalam membangun Tanah Laut yang maju dan berkelanjutan. (Ben)
