PELAIHARI NEWS– Antusiasme masyarakat Kabupaten Tanah Laut terhadap karya sinema nasional kembali terbukti. Selama tiga hari berturut-turut, mulai tanggal 10 hingga 12 April 2026, Balairung Tuntung Pandang Pelaihari disulap menjadi “Bioskop Banua” yang sukses menyedot perhatian ribuan penonton melalui pemutaran film horor terbaru, “Kuyank”.
Film yang disutradarai oleh Johansyah Jumberan ini merupakan prekuel dari film hit Saranjana: Kota Gaib. Sejak hari pertama penayangan pada Jumat siang hingga sesi terakhir di Minggu malam, tercatat lebih dari 2.000 tiket ludes terjual.
Kemeriahan semakin memuncak dengan kehadiran Rina DD Basarindu, pemeran tokoh Acil Imas dalam film tersebut. Kehadiran sosok yang akrab di mata penonton lokal ini memberikan pengalaman menonton yang berbeda, di mana para penggemar berkesempatan berinteraksi langsung dengan sang aktris.
Angkat Folklor Lokal dan Bintang Papan Atas
Film produksi Darihati Films ini memang memiliki daya tarik khusus, terutama karena mengangkat folklor dan budaya lokal etnis Banjar yang kental. Terlebih lagi, proses produksinya melibatkan banyak pelaku seni dan warga lokal Kalimantan, bersanding dengan aktor-aktor nasional seperti Rio Dewanto, Barry Prima, hingga Ochi Rosdiana.
Secara nasional, sejak dirilis pada 29 Januari lalu, “Kuyank” telah mencatatkan angka fantastis dengan lebih dari 1,2 juta penonton.
Komitmen Memajukan Ekonomi Kreatif
Ketua Gekrafs Tanah Laut, Aditya Agung Laksono, menyampaikan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata kebutuhan masyarakat akan hiburan berkualitas. Hadirnya “Bioskop Rakyat” melalui Bioskop Banua Pelaihari merupakan upaya strategis untuk menghidupkan 17 subsektor ekonomi kreatif di daerah.
“Kami di Gekraf berkomitmen memberikan wadah terbaik bagi para pelaku industri kreatif agar mampu berdaya saing, tidak hanya di tingkat lokal, tapi juga menembus box office mancanegara,” ujar Aditya.
Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, khususnya Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah, yang telah memfasilitasi penggunaan Balairung Tuntung Pandang sebagai ruang kreatif masyarakat.
“Harapan kami sederhana: beri kami ruang. Izinkan pelaku ekonomi kreatif di Tanah Laut untuk terus berinovasi dan berkarya” tambahnya.
Ditutup dengan Pembagian Doorprize
Sebagai bentuk apresiasi kepada penonton yang hadir, panitia menutup rangkaian pemutaran film pada Minggu malam dengan pembagian berbagai doorprize menarik.
Pihak Gekraf Tanah Laut juga mengucapkan terima kasih kepada Johansyah Jumberan selaku produser yang telah memberikan izin penayangan secara legal, menjadikan Pelaihari sebagai salah satu titik resmi dalam rangkaian “Tur Kuyank” nasional.
Melihat kesuksesan besar ini, program Bioskop Rakyat rencananya akan terus dilanjutkan di masa mendatang guna menjaga ekosistem perfilman lokal tetap hidup dan memberikan dampak positif bagi ekonomi kemasyarakatan di Kabupaten Tanah Laut. (Ben)
