PELAIHARI NEWS- Perjalanan karier Manohara Qubra, yang akrab disapa Mano, menunjukkan bagaimana pengalaman di dunia pariwisata dapat menjadi modal kuat dalam menapaki dunia profesional.
Mantan Putri Pariwisata Tanah Laut 2022 ini kini dikenal sebagai marketing specialist yang menangani beberapa brand lokal dengan karakter bisnis yang berbeda.
Sebelum resmi menyandang gelar Putri Pariwisata, Mano sudah aktif berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Tanah Laut sejak 2020. Saat itu sektor pariwisata mulai kembali bangkit setelah masa pembatasan aktivitas akibat pandemi, sehingga berbagai upaya promosi destinasi wisata gencar dilakukan.
Bersama tim, ia turut mempromosikan sejumlah destinasi wisata sekaligus menggali potensi lokasi yang sebelumnya belum banyak dikenal masyarakat.
Beberapa tempat yang saat itu mulai menarik perhatian wisatawan di antaranya Pantai Batakan Baru dan Lembah Bajuin yang kemudian semakin populer sebagai tujuan wisata di Kabupaten Tanah Laut.
Pengalaman tersebut, menurut Mano, membentuk cara pandangnya tentang pentingnya membangun citra atau brand.
Baginya, promosi bukan sekadar menyebarkan informasi, tetapi juga bagaimana menghadirkan cerita dan daya tarik yang mampu membuat masyarakat tertarik untuk datang maupun mengenal lebih jauh.
Bekal pengalaman itu kemudian ia bawa ke dunia profesional sebagai marketing specialist. Saat ini Mano dipercaya mengelola strategi pemasaran untuk tiga brand dengan bidang usaha yang berbeda.
Di sektor retail, ia menangani Katara Frozen Mart yang telah memiliki empat cabang di Pelaihari, Banjarmasin, Batulicin, dan Banjarbaru.
Sementara di sektor manufaktur, ia turut mengembangkan produk lokal Pentol Mbah Man yang berasal dari Tanah Laut. Tak hanya itu, di bidang kuliner ia juga terlibat dalam pengelolaan Warung Bakso Mbah Man yang telah membuka cabang pertama di Banjarbaru dan tengah bersiap melakukan ekspansi ke cabang berikutnya.
Dalam pekerjaannya, Mano menjalankan berbagai strategi mulai dari riset pasar, analisis kompetitor, hingga membaca tren perilaku konsumen.
Ia juga mengelola konten digital, menjalankan kampanye pemasaran di media sosial, hingga merancang strategi promosi secara offline.
Menurutnya, tujuan utama perusahaan memang berkaitan dengan peningkatan penjualan. Namun untuk mencapai tujuan tersebut, membangun brand awareness menjadi langkah penting agar kepercayaan pelanggan tetap terjaga.
“Di era sekarang kita sangat terbantu dengan media sosial. Informasi tentang sebuah brand bisa menyebar jauh lebih cepat dan menjangkau lebih banyak orang,” ujarnya.
Karena itu, Mano menilai strategi pemasaran saat ini tidak lagi hanya mengandalkan metode konvensional, tetapi harus mampu memadukan pendekatan digital dengan pemahaman terhadap perilaku konsumen.
Dengan pengalaman dari dunia pariwisata hingga dunia bisnis, Mano terus mengembangkan kemampuannya dalam membangun dan memperkuat brand.
Ia berharap pengalaman yang dimilikinya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani mengembangkan potensi diri sekaligus berkontribusi dalam memajukan produk dan brand lokal. (TataKu)
